RSS

Takkan senyaman rumah sendiri


"Tak ada yang senyaman rumah sendiri"
Mungkin ungkapan tersebutlah yang membuatku galau 2 hari ini. Aku harus meninggalkan kota ku beberapa bulan lagi demi melanjutkan kuliah.
Entah kenapa aku sendiri meragukan mutu pendidikan kotaku ini.
Begitu banyak universitas yang hanya berlandaskan bisnis menurudku.
"Kenapa harus diluar? Kan di Medan juga banyak" tanya beberapa orang
"Coba sebutkan satu universitas swasta yang bermutu" tanyaku yang membuat mereka diam berpikir dan tidak menjawab.

"Kesuksesan itu ada ditangan kita, mau kuliah dimana aja juga tergantung objeknya" ucap beberapa orang menyela.
Ya memang benar, tapi aku masih butuh pengarah.
Aku butuh mutu seorang pendidik yang baik

Bukan aku merendahkan uniersitas dikotaku, bukan pula aku membandingkan dengan uniersitas diluaran sana
Hal ini sudah aku pertimbangkan secara matang

Tapi, bukanlah perkara mudah meninggalkan kota kelahiran kita.
Bagiku Medan adalah rumah.
Tak ada yang senyaman Medan bagiku.
Banyak kekahawatiran di benakku tentang dunia luar
Ntah kerna pengaruh FTV atau karna berita-berita brutal mengerikan yang aku dengar dari televisi setiap harinya.

Kegiatan-kegiatan pemuda gereja juga  cukup membuat berat langkahku
meninggalkan tempat pelayananku.
Bukan hal yang mudah semuanya
Dua hari ini aku hanya terdiam di kursi tamu
Pikiranku mengapung jauh
Tak pernah terbayang olehku jauh dari ibuku.
Walaupun nantinya aku juga harus meninggalkannya dengan cara yang berbeda.
Tapi.. Aku belum cukup siap atas perpisahan ini
Usiaku akan menginjak 22 tahun mei ini
aku harus melanjutkan perkuliahan selama 2 tahun
aku akan kembali di usia 24..!! pikirku keras.

lalu bagaimana dengan lowongan2 yang telah aku lemparkan kesana kemari..
bagaimana kalau aku diterima di salah satu perusahaannya?
Sangat besar keinginanku untuk melanjutkan kuliah tahun ini, tapi tak di kota ini.
kalau di luar sana, bagaimana dengan biaya yang harus di tanggung orang tuaku?
Biaya makan, kos, kuliah belum lagi biaya2 kecil yang tak tertuga dan tak sebesr bila aku disini.

Begitu berat beban di dalam pikiranku saat ini
Ntah benar berat atau aku yang terlalu membesarkan

Inilah bintang masadepan
banyak hal yang harus dikorbankan agar ia dapat bercahaya

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates