Rahasia
yang terkadang tak mampu aku mengerti saat proses nya berjalan..
Aku
bahagia saat bercerita tentang sahabatku wahyu pada mu senja..
Tanpa
aku pernah tahu tak lama aku harus kehilangan nya..
Tuhan
menyayanginya, lebih dari kami sahabat dan keluarga menyayanginya…
Sahabat
yang luar biasa..
Yang
aku pastikan andai dia masih ada, pasti meriah nya gak ketolongan saat tahu
ahirya aku mendapatkan sesuatu yang tak pernah berani untuk aku bayangkan
mendapatinya; My first love.
Seseorang
yang sering aku ceritakan padanya dulu… tak sempat dia dengar ahir ceritanya.
Ah…
andai dia masih ada :’(
Apa
kau juga kaget senja??
Hahahaha
Sama.
04
Januari 2015 ; Sekitar jam 01 dini hari.
Aku
mendapatkan untuk melepaskan.
Berat??
Sangat.
Aku
lihat lagi senyum itu berlalu dari halaman ku.. dan aku tahu.. aku tak akan
melihatnya lagi untuk waktu yang lama.. sangat lama..
1
tahun…
Ya..
aku tahu resiko apa yang sudah aku ambil. Aku sangat tahu.
Aku
tahu semua nya akan berubah sejak hari itu.
Aku
tahu dia tak akan disini lagi seperti kemarin-kemarin.
Sekalipun
hanya sekedar untuk melihat wajah kesalnya pun aku tak bisa lagi. Hahahaha
Aku
bahagia.
Sangat
bahagia.
Bukannya
aku telah melewati fase yg lebih buruk dari ini..
Bukannya
aku pernah menunggu seseorang yang aku tak tahu siapa lebih dari setahun..
Tak
butuh terlalu banyak waktu mengartikan scenario yang Tuhan buat.
Aku
tertawa kecil, mengingat awal pertemuan ku.
Pasti
aku orang paling menyebalkan yang pernah dia kenali. Tak apa. Toh dengan cara
itu dia bisa mengingatku dengan jelas. Hahahaha
Pasti
aku orang paling aneh yang mengaduk float
ku berjam-jam. Tak apa.. belakangan ini kami sering tertawa kalau
mengingatnya.
Pasti
aku orang yang aneh yang tak tahu letak toilet, padahal tadi katanya dari
toilet.. tak apa.. Itu lucu bagi ku, keluar dari zona nya hanya untuk
menetralkan jantung ku. Hahaha
Tak
apa, aku membuatnya kesal dengan tingkah yang tak ku mengerti. Setidaknya,
teringat wajah kesal itu mampu buat aku tersenyum sendiri sekarang.
Tak
apa., dia mendiamkan ku sepanjang jalan mengantarku pulang.. setidaknya emosi
ku menjadi lelucon ibu ku. Membuat dia menjadi istimewa di rumahku. Aku senang,
aku tak perlu pusing memikirkan cara mengenalkannya pada keluargaku..
Tak apa aku hujan menahan ku di gereja, setidaknya aku melewati ahir tahun ku dengan seseorang yang aku tunggu.
Semuanya
berjalan teratur.
Waktu,
Tempat, momen yang lebih dari sekedar indah menurutku
Bahkan..
Tak apa, harus dipisahkan jarak sekarang..
Biar
waktu mengajari kami artinya sabar, setia walau tak terlihat, mendewasakan
kami, saling mendukung walau berjauhan..
Ini
lebih dari sekedar indah..







0 komentar:
Posting Komentar