RSS

S.H.M.I.L.Y


Seperti sedang dipermainkan takdir…
aku tak mengerti apa yang takdir mau..
kemarin aku kira semua berakhir..
Sakit sekali…
Aku perkuat hati, sadarkan diri untuk pergi saja…
Secepat inikah jawaban doa ku?? Pikirku malam itu.


Minggu, 28 Desember malam..

Dia menyapa ku lagi lewat BM..
Yang aku tahu betul sapaan kecil hebat yang akan merusak semuanya
Jantung ku tak beraturan,..
Sekitar 20 menit an baru aku bls pesan itu..
Hanya di awal aku sedikit dingin.. dia kan memang berbakat mencairkan hati.. hahahaha

Seperti tak terjadi apa2 malam itu.
Seperti sebelumnya kami baik-baik saja.
Buat janji untuk bertemu sebelum dia kembali.
Aku putuskan hari rabu, 31 Desember 2014.
Seperti janji ku sebelumnya, aku terlalu lama berdiri disini.
Aku berharap ahir tahun ini menjadi jawaban atas semuanya.
Apa pun hasil yang ada, aku terima.. aku bawa ke gereja, aku serahkan pada Tuhan.


Hari itu pun tiba, langit mendung.

Rabu, 31 Desember 2014

Aku berdoa..
“Tuhan.. tolong tunjukan apa mau Tuhan dalam hidupku”
Kami janji jam 6 sore.
Dan.. benar saja, hujan mengguyur.
Aku berbisik lagi…
“Tuhan… apa Tuhan tak izinkan??”
Tak lama… ibuku memanggil…
Aku turun dari kamar ku..

Aku lihat cinta pertama ku duduk manis di sofa kesayangan ku..

Aku terdiam di tangga sejenak..
Dia tersenyum padaku..
Ya…. Senyum itu yang berhari-hari ini aku tunggu.
Sedikit berlebihan mungkin, mata ku berkaca-kaca.
Seperti tak percaya, dia disini?? Aku mimpi??
Seolah janjian, kami menggunakan merah-merah waktu itu. Hahahaha
Dia dengan kemeja merah hatinya, dan aku dengan dress merah cerah ku.

“Tuhan.. Aku jatuh cinta lagi padanya” bisik ku dalam hati

Malam itu, kami tak terlalu banyak cerita.
Gerogi ku memalukan.
Mengaduk-aduk leci float ku berkali-kali.
Tak ada jawaban yang aku dapatkan.
Kami hanya berbincang biasa.
bahkan hanya banyak diam.

Lalu berangkat ke gereja.
Hujan mengguyur..
Hujan menahan dia disini… aku bahagia.. hujan menahan dia disini, di rumah Tuhan..
Tuhan.. intip hatinya, beritahu padaku.

Hampir jam 12 malam itu.
Aku bahagia, aku dapat melewati ahir tahun ku bersama mu, cinta pertama ku.
Dia pun mengantar ku pulang, aku lihat senyum itu pun berlalu dari halaman rumah ku.

Semua hanya hal sederhana, tetapi menjadi istimewa saat dia orangnya.
aku benar-benar merasa sedang berada dalam tidur panjang.
dijemput?? duduk berdua? kegereja bersama? melihat secara dekat? ah.. aku nyaris benar2 sakit jiwa.

Akankah aku melewatkan cinta pertama ku hanya karena aku takut untuk bilang???





Semalam, 2 Januari 2014

Aku buat janji dengan temanku untuk nonton..
Rencana lama yang baru terpenuhi hari itu.
Agh.. dia disana lagi..
Aku lihat senyum nya lagi..
Film berjudul “Marry Riana”
Akan diputar sekitar 1,5 jam lagi..
Kami bertiga pun memutuskan untuk menunggu di salah satu tmpt mkn di mall itu.
Dia duduk disampingku. Jelas jantungku tak beraturan.
Beralasan ke toilet, aku netralkan jantung yang sepertinya ingin loncat dari tadi, sebelum semua kembali berantakan fikirku.
Banyak hal yang kami bertiga ceritakan..
Aku bahagia.. sangat bahagia..
Aku jatuh cinta lagi…
Film itu pun diputar.. Dia duduk di samping ku.
Sangat dekat jarak nya dengan ku malam itu..
Salah satu tokoh di film itu bilang “Gini ya rasanya kalo kita yang ngejar2”.
Tersentak aku.
Ya.. aku normal.. Aku cinta dan aku mendadak bodoh tiap ada dia, bahkan saat tak ada dia.
1 kalimat yang berulang disebut di film itu.. S.H.M.I.L.Y “See How Much I Love You”
Apa aku berani bilang itu ke dia??
Ah.. tentu tidak..
Malam itu dia mengantar ku pulang..
Di berikan nya jaket nya padaku..
Tuhan mungkin sedang tertawa kencang disurga sana melihat aku yang senyum2 sendiri sepanjang jalan pulang.
Seolah tak sadar, semua bahagia ini semu.
Jam 10 malam aku sampai rumahku, ku lihat lagi senyum itu berlalu dari halaman rumahku.
Aku jatuh cinta tiap lihat senyum nya.
Orang yang mampu buat aku berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama. Dia.

Sampai Sore ini, saat aku menuliskan ini pada mu senja.
Dirumahku aka nada acara pemuda gereja.
Tak seperti semalam..
Aku sedih..
Katanya dia belum tentu datang.
Jangan heran.. bukannya dia memang seperti itu..
Dapat sesuka hati mengatur perasaan ku..
Besok pun dia aka nada acara..
Mungkin, semalam akan jadi pertemuan terahir kami..
Ah.. Tuhan…
Sakit..
Air mata ku kembali mengalir..
Ya.. sekarang.

Secepat inikah???
Tuhan.. ijinkan aku untuk tahu apa yg ada di hatinya..
Taka pa kalau bukan aku..
Aku hanya ingin kepastian
Harus tetap disini atau pergi.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates