RSS

Takkan senyaman rumah sendiri


"Tak ada yang senyaman rumah sendiri"
Mungkin ungkapan tersebutlah yang membuatku galau 2 hari ini. Aku harus meninggalkan kota ku beberapa bulan lagi demi melanjutkan kuliah.
Entah kenapa aku sendiri meragukan mutu pendidikan kotaku ini.
Begitu banyak universitas yang hanya berlandaskan bisnis menurudku.
"Kenapa harus diluar? Kan di Medan juga banyak" tanya beberapa orang
"Coba sebutkan satu universitas swasta yang bermutu" tanyaku yang membuat mereka diam berpikir dan tidak menjawab.

"Kesuksesan itu ada ditangan kita, mau kuliah dimana aja juga tergantung objeknya" ucap beberapa orang menyela.
Ya memang benar, tapi aku masih butuh pengarah.
Aku butuh mutu seorang pendidik yang baik

Bukan aku merendahkan uniersitas dikotaku, bukan pula aku membandingkan dengan uniersitas diluaran sana
Hal ini sudah aku pertimbangkan secara matang

Tapi, bukanlah perkara mudah meninggalkan kota kelahiran kita.
Bagiku Medan adalah rumah.
Tak ada yang senyaman Medan bagiku.
Banyak kekahawatiran di benakku tentang dunia luar
Ntah kerna pengaruh FTV atau karna berita-berita brutal mengerikan yang aku dengar dari televisi setiap harinya.

Kegiatan-kegiatan pemuda gereja juga  cukup membuat berat langkahku
meninggalkan tempat pelayananku.
Bukan hal yang mudah semuanya
Dua hari ini aku hanya terdiam di kursi tamu
Pikiranku mengapung jauh
Tak pernah terbayang olehku jauh dari ibuku.
Walaupun nantinya aku juga harus meninggalkannya dengan cara yang berbeda.
Tapi.. Aku belum cukup siap atas perpisahan ini
Usiaku akan menginjak 22 tahun mei ini
aku harus melanjutkan perkuliahan selama 2 tahun
aku akan kembali di usia 24..!! pikirku keras.

lalu bagaimana dengan lowongan2 yang telah aku lemparkan kesana kemari..
bagaimana kalau aku diterima di salah satu perusahaannya?
Sangat besar keinginanku untuk melanjutkan kuliah tahun ini, tapi tak di kota ini.
kalau di luar sana, bagaimana dengan biaya yang harus di tanggung orang tuaku?
Biaya makan, kos, kuliah belum lagi biaya2 kecil yang tak tertuga dan tak sebesr bila aku disini.

Begitu berat beban di dalam pikiranku saat ini
Ntah benar berat atau aku yang terlalu membesarkan

Inilah bintang masadepan
banyak hal yang harus dikorbankan agar ia dapat bercahaya

Seberapa lama lagi...

Seberapa lama lagi kita akan bercanda dengan dunia ini
Seberapa banyak lagi waktu yang tersisa
Perut bumi memuntahkan amarahnya
Kakinya ikut menendang kesana kemari
masihkah ada alasan bagi kita untuk tertawa..?

Entah berapa detik lagi yang tersisa
Bahkan pohon pun mulai mengugurkan daun-daunnya

Keegoisan kita mencakar mereka
Mereka yang telah menghadiahkan kita kehidupan
Dinding-dindingnya memerah bekas pukulan kita
Pukulan yang kita pantulkan dari dinding-dinding kaca yang kita puja

Pernahkah kita mencoba meminjam catatan sang bintang
Catatan tentang luka yang ia saksikan setiap malam
Kita yang selalu menyiksa langitnya
tempat ia tertawa dengan bulan

Mereka seakan serentak mengamuk
Teriakan kebencian pada kita

Mereka menutup erat pintu surga dari kita
Membocorkan celah-celah neraka
Untuk tau seberpa lama lagi kita mampu bercanda..

Liana (03 Feb 14)

to Sinabung


Disana tempat kelahiranku
Dia desa yang sangat ramah dulunya
Disetiap paginya burung-burung bernyanyi dihamparan sawah siap panen
Para petani berlarian siap menuai berkah demi berkah
Tak ada detik terlewatkan tanpa lagu

Sore datang dengan kehangatan mentari yang menyusut
Kembali terdengar elang yang mendaratkan cakarnya ke ranting pohon
Setiap derap kaki menuntun kita untuk pulang
Menutup pundi dihari ini

Malam menyapa kembali dengan alunan suara si jangkrik
Hujan turun berirama dengan katak yang riang dengan hamparan rumput hijau
kami pun terlelap dengan kemerduan melodi malam itu

Hingga satu ketika kami mendengar suara yang tak biasa
Kami di kejutkan dengan getaran yg menghentikan setiap nada
Butiran-butiran putih berjatuhan
Panas rasanya!!
Kami berlarian ketakutan
Entah apa yang merasukinya
Dia begitu marah
Entah pada kami atau pada orang kota yang selalu memangkasnya

Dia seperti menatap tajam pada dunia
Berusaha katakan dia benci semua tangan manusia
Tapi tak satu hati pun mengerti bahasanya
Ntah kapan aumannya berhenti
Dari kejauhan ku dengar dia berteriak
"Enyahlah para tangan manusia!!"

Hujan

masih saja ku dengar rintik hujan di senja ini..
mengalun merdu sebuah cerita dimasa lalu
hati pernah terbasahi oleh dingiinya tetes demi tetes
tetesan yang ku sebut cinta..

ku teguk secangkir teh di beranda
manisnya mewakili setiap detik kisah yang pernah ada
antara aku dan kamu
masa kita pernah bercerita tentang manis hidup ini..

tak lama malam datang menyapa
tapi semua tak cukup kuat untuk menghapus jejak di bantalan ingatanku
masih saja sehangat senja sore itu

bintang mulai berkedip kearahku
menyuruhku menyudahi segala kegalauan yang ada dihati
tegukan manis terahir teh itu pun menutup malam ini
tapi tidak menutup manisnya kisahku denganmu "hujan"...

Liana (3 feb 14)

Kapan Nikah?



Dalam 1 bulan ini sudah 3 undangan nikah yang aku terima.
Bulan lalu abang angkatku pun sudah naik pelaminan
Semua tersa biasa saja, kecuali waktu tiba di acara pernikahan aku dibuat gerah dengan pertanyaan


"Kapan nikah?"
"pacarnya kok ga ikut?"
"pacar kamu orang mana?"
tuh.. dia pacarannya dari SMA loh"

hellow...... aku masih 21 tahun kali, ya walaupun bukan usia muda lagi untuk tidak punya pasangan.
belum lagi anak magang di rumahku yang 24jam asik dengan handphone nya..

"sayang lagi dimana.."
"uda makan belom"
"kamu sayang gak sama aku"

Satu jam kemudian...

"kamu egois bgt sih..!"
"kamu kenapa sih ga bisa ngertiin aku"
"jangan hubungin aku lagi"
"kita putus"

besoknya..

"hallo sayang.."
"udah bangun belom"
"jangan lupa mkn ya"

"loh... udah baikan kak?" tanya ku heran
"maksudnya?"
"semalam bukannya kk putus sama pacar kk?"
"oh iya.. ini bukan yg semalam, ini pacar aku yg satu nya lagi"

OMG, itu mau pacaran apa mau koleksi sih.... herannya lagi ada pegawai mama ku yang pacaran 3tahun, kemudian putus. Trus dia punya pacar baru beberapa bulan.. terus sebulan kemudian denger kabar dia nikah dengan orang yang berbeda.
"kok bisa?" itu pertanyaan besar dalam hatiku.
Ntahlah, apakah aku yang naif ataukah aku terlalu kuper untuk berniat punya hubungan yang serius saat punya ikatan khusus.

Itu belum apa-apa dibanding pertanyaan yang sama dari mama ku setiap undangan-undangan pernikahan itu satu persatu berdatangan ke meja tamu.

"beruntung ya dia dapat suami dokter"
"kapan bawa pacar kerumah?"
"Li.. mama tadi beliin baju tuh.. biar cepet dapat pacar"


Argggh..!! berasa ga laku banget yah!
tapi bukan itu pertimbangan besar ku hingga aku betah menutup hati sampai saat ini.
Aku belum temuakan dia, ya dia yang bisa buat aku greget
banyak hati yang lalu lalang mendekat
tapi semua terasa biasa saja

Ga jarang dia  hadir dalam doa ku
"ya Tuhan, siapa pun dia, dimanapun dia saat ini, berkatilah dia
jauhkan dia dari hal-hal buruk, dari dosa
persiapkanlah dia jadi sosok terbaik untukku"
dan semuanya ku ahiri dengan Amin, karna aku yakin Tuhan telah mempersiapkan seseorang untukku.

Ntah kenapa aku gak sepihak dengan anggapan orang koleksi, seleksi, resepsi
memangnya itu mainan pakek dikoleksi? -_-
itu hati..!
ya boleh saja memfilter  satu persatu terlebih dulu
tapi, memfilternya bukan dengan cara pacaran juga dong.
Filternya bisa dilakukan waktu kita berteman atau PDKT
Ntah kenapa aku sedikit sensitif dengan ikatan "pacaran"
kalau PDKT sih sah2 saja dengan siapa saja dan dengan banyak objek
yang namanya juga kita mencoba mengenali dan mencocokan, ya kan.
proses PDKT itu lah yang aku sebut dengan koleksi dan seleksi.
Selanjutnya, pastinya setelah mendapat satu diantara banyak akan aku bawa ke jalur serius, RESEPSI.
Tapi semuanya berpulang pada-Nya, seperti sebelumnya aku bilang "kita hanyalah perencana"
jodoh, usia dan rejeki tetap ditangan-Nya. :)
kita hanyalah bisa berusaha memilah yang menurut kita baik.
Dan beberapa waktu ini pertanyaan-pertanyaan menyebalkan itu mulai aku respon senyuman sambil  menjawab
"Masih lama nikahnya, dua atau tiga tahun lagi. Kalau pacar sih... belum ketemu yang buat hati ini gelik" 
tawa mereka seakan mencairkan kembali suasana.

:)



Kutemukan disini, ku ahiri disini


Tersesat bersama mu


Aku tak pernah perduli
Seberapa jauh kita tersesat...
Bahkan aku tak ingin kembali
Aku ingin disini...
bersama mu...

melewati malam dengan hujan..
Kemudian berlari mengejar matahari..

Kita akan teriakan mimpi kita..
Tanpa harus perduli akan tawa mereka..
Mereka yang anggap kita gila..

Kita berlari dan terjatuh..
Kita bangkit dan berlari..
hingga kita lelah di satu senja
Saat rambut kita mulai memutih
dan saat itu kita tau..
Tiba waktunyanya kita harus kembali..


Gagak hitam 2


2 Tawarik 10:1-19

Sering kita dihadapkan dengan beberapa pilihan dalam menghadapi pergumulan kita.
Tinggal bagaimana kita dengan bijaksana memilih satu diantara pilihan-pilihan tersebut.
Beberapa tuntunan dalam memilih pihan-pilihan tersebut sering kali disampaikan melalui orang-orang yang tidakpantas untuk di dengar malah terkadang adalah pilihan yang tepat.
Sering kali kita memilih pilihan yang salah, hanya karna pilihan tersebut terlihat baik dan menyenangkan bagi kita.

Melalui ayat ini, aku disadarkan betapa seringnya aku berada pada pilihan hidup yang salah.
Bukan Tuhan tak menunjukkan padaku jalan-Nya, tapi akulah yang sering membangkang.
Aku lebih memilih jalan yang menurutku menyenangkan, mendengarkan omongan orang yang ternyata tidak baik dan menghiraukan nasihat baik untuk ku.

Penyesalan tiada guna, namun aku ingin menjadi Salomo yang bijaksana dalam memilih,
yang mengandalkan Tuhan dalam pilihannya.
Aku tidak ingin lagi terjebak didalam pilihan yang salah.
bantu aku ya Tuhan, untuk selalu dengar-dengaran dengan Engkau, semakin dekat denganMu, mengerti rencanaMu dan pilihan mana yang Kau tunjukan untuk ku.

Amin
:)

Matius 13:1-23

Saat ini aku adalah benih yang ditabur dibebatuan, yang tidak memiliki akar.
Bahkan imanku sangat goyang saat ini.
Namun, aku ingin berbuah ditanah yang baik mulai saat ini.
Bantu aku Tuhan..
Tuntun aku kejalan yang baik.
Biarkan aku bertumbuh 1000 kali lipat
Percayakan aku menjadi garam dan terang dunia
Amin :)

Cinta itu apa?

Banyak orang yang masih binggung apa itu cinta, termasuk juga aku.

"Apa itu cinta...??" tanya ku dalam hati tiap dengar orang bilang "Aku cinta kamu" padaku atau pada orang lain.
dari 7 sekawan aku adalah satu-satunya yang belum menemukan cinta. Gimana mau ketemu, cinta itu apa aja aku ga tau.

Aku pacaran sudah 4 kali, kalau ditanya paling cinta sama yang mana.. aku jawab tidak 1 pun yang aku cintai, karna aku ga ngerti cinta itu seperti apa.
Aku hanya sayang, nyaman berbagi dengan mereka merasa dekat, just it!

Pacar perma aku jalani hampir 1 tahun, dia adalah teman sekelasku dulu sewaktu SMA. Awalnya aku makcomblangnya dia ke temenku,eh malah aku yg kepincut. Hahahaha
meski harus berahir ga baik, karna ujungnya dia selingkuh dengan temanku juga, aku belum menyebutnya cinta. Kalaupun aku menangis saat melepasnya, itu tangisan penyesalan.
Menyesal karna terlalu bodoh mempercayainya, menerimanya dulu dan menghiraukan perasaan orang tuaku yang adalah pengajar di sekolahku dulu hanya demi dia.

Pacar keduaku, aku jalani +/- 8 bulan, berawal bertemu di media sosial FS dengan salah seorang temannya lalu dikenalin ke dia. Masih berhubungan lewat telfon sekitar 1 bulan waktu di tembak  aku langsung terima.. maklumlah anak SMA. Hahahaha
2bulan jalani hubungan, dia harus ke Malaysia untuk PKL selama 6 bulan, karna dia jurusan perhotelan.
Selama pacaran tak sedikit pun rasa nyaman yang aku rasakan. Aku hanya menjalani sebuah status.
Aku pun tak suka dengan caranya yang gatel, tapi walaupun kaya gitu aku tetap setia di 6 bulan selama dia PKL.
Hanya di awal kami SMS 1-2 kali sehari.. seterusnya kami lost contact, hanya di waktu ultahku saja dia SMS 1 kali setalh itu setiap aku telfon dia cuek bahkan menghindar, tak perduli pulsa yang harus aku keluarkan untuk nelfon ke luar negri yg bukan murah.
6 bulan berlalu, dia pulang dan mengSMS ku untuk bertemu. Betapa terbakarnya hatiku saat lihat dia memanggil sayang pada seorang cewek cantik di FB.
malah dia berniat menyentuhku, aku berlari dan menangis. Dia tak menghiraukan. Saat itupun kami putus.
Seseorang yang tidak seharusnya dinanti!

Setelah putus dari dia banyak hati yang lalu lalang mendekat,namun aku fokus pada  SNMPTN ku. Masih terniang pula trauma mendalam tentang penantian sia-siaku.
Sekitar 1 tahun sendiri, ahirnya aku kenal dengan seseorang dari teman SMP ku dulu.

Pacar ketigaku, menjalani hubungan hampir 3 tahun walaupun kondisi putus nyambung. Dibulan ke-2 sudah kidapati SMS mesranya dan ku tau itu bukan aku.
bukan hanya sekali, bahkan sering aku dapati SMS seperti itu.Tapi kata maafnya meluluhkanku, apalah salahnya memaafkan pikirku.. mungkin ini hanyalah salah paham kataku dalam hati memperbaiki semuanya.
Sampai ahirnya aku temukan kebohongan yang dia sembunyikan hampir 1tahun dari ku. Dia bilang fb nya di hack, setiap malam aku selalu bergadang untuk berusaha memperbaikinya, namun besoknya fb itu kembali gak bisa dibuka.
Ternyata fb nya bukan di hack, tapi segaja dia ganti paswdnya. dan setiap kali aku perbaiki, dia ganti lagi paswordnya.
Tepat 03 Mei 2012, ulang tahun ku ke 20. Aku minta hadiah kejujuran dari dia. Aku yang telah lama curiga akan keberadaan fb itu tapi gak punya bukti kuat untuk menuduh minta kejujuran.
Dan benar, dia ngaku kalau selama ini dia sembunyikan fb itu dari aku.
"buat apa" tanyaku.
"aku cemburu sama cowok yang deket sama kamu di fb" jawabnya
jawaban yang gak bisa diterima akal sehatku.
dan tepat di ultahku ke-20 kami putus.
Hadiah terindah Tuhan saat Ultahku adalah menunjukkan siapa sebenarnya kamu. Itu kata terahir yang ku ucapkan malam itu.

Trauma kembali melandaku. Rasanya sulit sekali mempercayai kaum adam itu. Mereka penuh tipu atau aku yang terlalu naif, entahlah.
2 tahun berlalu, seseorang yang pernah aku kagumi menjadi milikku.

Pacar ke empat, hanya 2bulan berjalan. Jangan tanya kenapa... karna aku sendiripun gak ngerti kenapa sesingkat itu.
Aku salah mengartikan perasaan.
Aku mengaguminya hanya sebatas sahabat, dan aku melukainya waktu menerimanya.
Dia orang yang baik,entah kenapa prasaanku tak cukup beruntung untuk menerima dia masuk.
Dia pendukung terdepanku, penghiburku. Dia sangat menyayangiku.
Tapi saat ini, dia menjauhiku.
kenyataan pahit yang harus aku hadapi.. dia 1 pelayanan denganku
Andai aku bisa memutar waktu, aku lebih memilih menolaknya dulu.
ada perasaan mengganjal setiap bertemu kembali dengannya.

Ntah apa itu cinta aku gak ngerti,
banyak kisah,banyak hati yang lalu lalang tapi tak 1 pun mampu tinggal dihatiku.

Usia yang akan menginjak 22 ditahun ini, bukanlah usia muda lagi untuk bermain-main.
Aku belum temukan apa itu cinta
Kapan.. Dimana.. Seperti apa di pertemukan
Entahlah...

Kita hanyalah perencana...

"Interview pertamaku!! God Bless" masih terniang status yang ku tulis di sebuah media sosialku 1bulan lalu.


Hi li, pa kabar?
Baik.. :)
kerja dimana?
......

Ntah rasa kecewa itu masih dalam atau karna alasan apa aku selalu diam saat pertanyaan ini dilempar padaku.

1 bulan lulu aku melamar kesebuah perusahaan pengkreditan di Binjai. Hanya butuh waktu 40menit diperjalanan, karna kota binjai memang bebas dari kemacetan kecuali kalau hujan. :)
Itu adalah perusahaan yang sebenarnya tidak ingin aku masuki, karna cabang yang di Medan terlihat kecil kantornya, dan akupun tlah putus asa karna jobfair yg diadakan dikampus ternyata tidak ada yug jelas. Semua berkecimpung di dunia marketing dan itu bukan duniaku
Namun, karna desakan seseorang ahirnya ku lemparkan juga lamaranku kesana.
***

 Sebulan kemudian, aku ditelfon perusahaan itu untuk mengikuti psikotes besoknya jam 10. Senang rasanya aku lulus berkas.. aku pun menelfon orang yang mengsuportku memasuki perusahaan itu, bahagia yang sama dirasakannya pula.
Besoknya aku pun datang dan betapa terkejutnya aku saat aku lihat hanya aku yg tak menggunakan jilbab. Rasa pesimispun timbul dihatiku, namun dengan semangat seseorang aku tetap melanjutkan tesnya. Tes yang membuat seluruh rambutku berdiri. Hitungan-hitungan yang luar biasa. Seperti mesin-mesin di dalam otakku yang selama ini mati tiba-tiba hidup rasanya.
***

Hallo...
Hallo, selamat siang dengan ibu Lixx
ya, saya sendiri.. siapa ini?
saya dari PT. XX ingin mengundang ibu kembali untuk mengikuti tes interview besok jam 8
(aku terdiam karna terkejut)
Hallo.....
Iya hallo,.
apakah ibu bersedia?
Iya..iya saya bersedia.. terimakasih (jawabku gembira)

Telfon dari kantor itu membuatku meneteskan air mata. Seakan tak percaya aku lulus di tes psikotes minggu lalu. Malamnya aku belajar habis-habisan, mempelajari semua prihal prusahaan, membaca artikel sukses dalam wawancara,mempersiapkan busana yang aku kenakan besok dan berdoa tentunya.
***

"Tuhan... hari ini aku akan mengikuti tes terahirku. Kalau aku boleh minta,aku ingin lulus di tes ini Tuhan
tapi, bukanlah kehendakku yang jadi
aku percaya Tuhan tau apa yang terbaik untukku
Tuhan punya rancangan indah untuk ku...
Kalau pekerjaan ini baik untukku, luluskanlah aku
jika tidak, tunjukkanlah jalanmu ya Tuhan..
Amin"

Sepenggal doa itu kuterbangkan kerumahNya pagi itu,sebelum aku berangkat. Ntah prasaan apa yang ku rasakan saat itu, hati kecilku menyuruh aku untuk brangkat senndiri dengan angkutan umum bukan di antar.
tapi aku tidak tau tempat kesana menggunakan angkutan umum, karna dari awalpun aku di antar oleh seseorang.
Jam menunjukkan pukul 07.15 dan dia belum datang juga menjemputku. Hubungan kami memang dingin beberapa hari ini.
07.20 aku lihat dia dari kejauhan,tapi kemungkinan aku akan telat tiba disana.

udah jam brapa ini, kita pasti telat.....
trus gimana lagi.. udah cepet naik..!
***

Tak biasanya aku memperhatikan speedmeternya saat berkendara. "haa.... 90km/jam" bisikku dalam hati.
tapi ntah kenapa saat itu aku hanya diam sambil membaca-baca bahan yang tlah ku persiapkan semalamnya.
Jantungku berdegup kencang, sekitar 5menit lagi akan sampai. Namun tiba-tiba.....
Gubrakkkkk!!!!! dunia terasa gelap, tak ada 1 suara pun ku dengar.
Perlahan-lahan mataku terbuka,kulihat seseorang berlari kearahku, kulihat banyak orang disekelilingku, aku tergeletak di aspal jalanan. Aku tak tau mereka siapa, ku lihat seseorang memegang catatan kecil tentang interviewku, tanganku mencoba meraihnya. Namun, orang yang berlari kearahku semakin dekat,dia menggendongku, kulihat garis kuatir di wajahnya, teriak kencangnya pada orang yang telah menabrak kami menambah kesadaranku.
"Aku gagal" ucapku dalam hati saat itu.
Sesampai di rumah sakit aku hanya diam. Airmata mewakili kecewaku, pedih luka di sekeliling kaki dan tanganku tak seberapa kecewa dalam dihatiku.

"Tuhan... kenapa seperti ini..
Aku telah mempersiapkan segalanya dari tadi malam..
kenapa Tuhan tega sama aku.."

tanya dalam itu meneglilingi pikiranku,menambah deras air mataku. Sakit sekali rasanya kecewa ini. Ku lihat kearah jam menunjukkan pukul 10.00
***

"Hallo.. PT.XX"
ya.. dengan siapa?
saya Lixx.. peserta interview hari ini, saya mengalami kecelakaaan
oia, nanti ibuk ikut tes berikutnya saja ya..
oh iya,.. kapan buk? (ternyata masih ada kesempatan,pikirku)
Nanti akan kami hubungi.
owh,begitu. terimakasih ya buk
kembali.

Percakapan itu tak cukup membuat tenang hatiku. Masih sangat terasa kecewa di hatiku. Minggu berlalu.. dan sampai saat ini, mereka tak kembali menelfon...


Ntah kemana perginya semangatku yang dulu. Sejak kejadian itu aku merasa seperti tak punya harapan lagi untuk mendapat pekerjaan.
aku mencoba merenungkan apa yang telah terjadi.
Aku dapati jawabannya.
Ini adalah jawaban dari sepenggal doa yang aku terbangkan sebelum aku berangkat interview.
pekerjaan ini tak baik untukku, Tuhan punya rencana lain untukku.

Tuhan ingin aku belajar untuk menerima.. Untuk percaya dan beriman
Tuhan ingin menguji seberapa tangguh imanku
apakah saat harapanku tak sejalan dengan keadaan aku akan meninggalkan-Nya
Tuhan memberiku penolakan, agar aku mensyukuripekerjaan sekecil apapun nantinya
Tuhan memberiku kekecewaan, agar aku menjadi lebih tangguh menghadapi beban lebih dari ini

Terimakasih Tuhan,.. Kau buat ku mengerti..
:)

Tujuh Sekawan

Kami adalah tujuh sekawan, kami mengatasnamakan diri kami superhero. Sedikit tertawa kecil aku kalau mengingat setiap kisah kami.
Perjuangan mengejar gelar Amd yang luar biasa, namun terasa ringan saat kami bersama.
Saat ini semua tinggal kenangan, semua berjauhan, masing-masing memiliki jalan yang berbeda pula.

An, teman yang paling dekat denganku dari yang lainnya. Teman yang tau segalanya tentang aku. Dia bahkan tau seperti apa gaya tawaku dan bagaimana pula aku saat menangis. Saat ini dia di Pekan Baru, mencari kerja katanya. Meski masih berkomunikasi, tapi jalan bersama takkan mungkin bisa dilakukan lagi.
Sering kesal dibuatnya kalau sudah iseng. hahaha
Dia tau siapa saja orang yang mendekatiku, dia tau penyakitku, dia tau bebanku yang aku yakin tak ada yg lain yg tau.
 Kalau dapat libur panjang dari kampus, setelah masuk kami selalu bercerita sampai malam di taman dekat kampusku.
Waktu terasa cepat saat melepaskan semua cerita. Tapi saat ini, aku tak punya tempat bercerita.

W, dia juga tergolong teman dekatku, saat A tak ada dia lah yang menemaniku. Kami juga sering jalan bertiga. Sekarang dia di Tj. Balai. Itu adalah kota asalnya. Teman yang satu ini paling menyebalkan kalau soal janji. Janji jam 1 dia bisa datang jam 2 bahkan jam 3.. bahkan bisa aja dia ga jadi datang. Argggh
paling naik darah kalau udah kaya gitu. Tapi, tetap aja dia itu juga teman ceritaku walaupun ga semua bisa aku ceritakan. Karna sering kali kami tak sepaham.

Ag, Kalau yang ini teman paling menjengkelkan. Apalagi kalau angkuhnya udah kambuh,aiisssh pengen rasa nya aku tusuk tuh matanya pake gunting. Hahahaha
tapi, sebenarnya dia baik kok. :)
Sering dia traktir aku di kampus. hihihi
Sering juga diemin aku karna kalah debat waktu jam kuliah.
Dia emang orang yang ga bisa liat orang lebih dari dia sih. Huh!
eiits.. tunggu dulu... tapi dia adalah orang yang paling sukses dari kami bertujuh saat ini.
Sekarang dia di Jakarta. Dia menjadi Kepala Bagian sebuah perusahaan saham BUMN disana.
luarbiasa!!

JM, Tak begitu dekat dengan ku. Dia type orang yang tertutup, namun menurutku diantara semuanya dia adalah orang yang paling dewasa. kalau JM, A dan W sudah kumpul, pecahlah perut ini rasanya ketawa. ada aja bahan lelucon. JM dan W suka cengin A. hahahaha
Sekarang dia kotanya, ntah apa namanya aku sendiri lupa. Katanya sih mau lanjut kuliah bareng denganku dan W..
Waktu begitu cepat berlalu...

S, Gadis berparas cantik :) kos nya adalah mess bagi kami. hihihi
teman yang paling gak perhitungan.
Kalau sudah panik lucu ekspresinya. Hahaha
Sekarang dia di rantau parapat, mengurus ayahnya yang sedang sakit katanya.

JNP, Tak terlalu dekat juga denganku, dia jarang main ke kos ataupun masuk kuliah.
Sekarang dia bekerja di Bank Mandiri. :)

Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates