RSS

Untuk Sahabatku Andriy


Selamat pagi sahabat baik ku :)
Sahabat yang sangat aku rasakan khawatir mu tentang aku...
Sahabat yang kau pasti tahu aku sedikit kesal dengan pertanyaan-pertanyaan nyeletuk mu.
Sahabat tempat aku berdebat, tentang apa saja.
Ya... kali ini kita tak mendapat titik sepakat.
Mungkin kau sedikit kecewa..
Aku merasa itu hanya kekhawatiran normal untuk aku, sahabat yang benar-benar kau jaga sejak kau kenali.
Bahkan semasa ospek pun masih teringat blezer mu aku pakai untuk menutupi rok ku.

Ya.. aku masih ingat.. aku pernah mendiamkan mu berhari-hari hanya karena kau bilang "laki-laki itu jangan di kejar Bili".
Aku marah saat itu, aku benar-benar tersinggung. Aku merasa kau tak sepaham dengan ku.
Saat ini, aku mulai memutar semuanya.
Semua yang kau katakan adalah sekedar menjagaku. Menyelamatkan aku dari sakit.

Ya.. aku mulai paham kau benci saat aku di sakiti.
 Ntah sudah berapa kali kau lihat aku menangis, hal yang sulit aku lakukan pada orang lain.

Masih ingat saat aku dimarahi di tempat magang??
Aku berusaha menahan air mataku, itu memalukan.
Tapi, aku bisa mengeluarkannya dengan mu.
Aku pakai jaketku, kau berikan helm ku.
Sepanjang jalan aku menangis. Kau sama sekali tak melarang.
Tak perduli anggapan orang yang mengira kita entah kenapa.



Ya.. aku tahu kau benci momen itu.


Masih ingat saat aku bercerita tentang sakit ku?? tentang ketakutan ku tentang kematian??
Ya.. kita hanya berdua di taman dekat kampus..
menghabiskan semua cerita.
kau hanya diam, memang ku dalam.
Aku tahu, saat itu kau pun merasakan ketakutan yang sama.
Saat kau berkali-kali searching tentang obat yang bisa menyembuhkan aku.


Masih ingat saat aku diperlakukan tidak baik oleh perempuan2 kelas itu? yang aku tak tahu apa salah ku??
aku tahu.. kau berontak karena aku hanya diam.


Masih ingat saat kau diam2 mengintip aku yang menangis karena di sakiti mantan ku?? di selingkuhi lagi?
aku tahu saat itu kau marah.

Masih ingat saat kau mengantar ku ke dokter kulit saat wajahku seperti alien karena salah produk??
Kau satu2 nya orang tempat aku berani menunjukan wajahku.
Kita keliling-keliling untuk mendapat perawatan terbaik.

Saat dunia berlaku tak adil padaku, aku tahu kau berontak. Meski kau sampaikan lewat komentar-komentar pedas mu, menurut mereka.

Banyak statemen ku yang kau sepakati, begitu pula denganmu.
Kita sering berdebat tentang cara pandang, tapi selalu mendapat jalan sepakat.
Sekarang??
Ada apa??
Aku tak ingin beradu argumen panjang langsung dengan mu tentang hal yang kita bicarakan saat ini. Bukannya ini sudah sangat lama kita debatkan??
 Aku ingin berdebat melalui tulisan dengan mu..
karena aku tahu.. saat aku membantah, kau akan mengalah bukan menyerah.

Aku tahu.. kau hanya khawatir sahabat :)
Kau takut aku sakit lagi??
Aku tahu kau tak cukup bisa mempercayai orang lain akan menjaga ku seperti kau menjaga ku.
Aku tahu kau hanya takut aku berada pada orang yang salah.
Ya.. aku tahu, kau mulai bosan melihat aku menangis.

Tapi sampai kapan??
Sudah berapa nama lalu lalang di ceritaku??
Adakah nama yang tetap tinggal di cerita ku selama dia??
Masih ingat kapan pertama aku menceritakan dia padamu??
Aku lupa... itu sudah sangat lama.

Banyak nama yang singgah ndri... tapi hanya nama dia yg tetap tinggal.
Menurutmu pernahkah aku selemah ini??
Apa sahabatmu selemah ini?
Hei.. masih ingat kita bertengkar karena aku yang terlalu suka mengejar?
Pernahkah dia ku kejar?
Tidak.
Aku takut mendekatinya, aku pesimis.
Dia berbeda ndri..

kau sendiri yang bilang, mataku berbeda saat aku cerita tentang dia.
Kau pasti paham tentang aku.
Apa yang kau khawatirkan ndri??
Jarak??
Keseriusan??
Kau mulai khawatir tentang aku yang banyak berubah??
Ya.. aku paham...  saat kau bilang "kenapa Fale putus sama pacarnya yang udah bertahun-tahun itu? Karna LDR.. mau kaya gitu??"
Aku ingin menangis ndri saat kau bilang itu.
tapi aku mulai berubah..


Mari ambil posisi ternyaman dan coba dengar kan tulisan ku....

Dia mengajariku banyak hal

Dia mengajariku menahan diri.

Ya.. ini tentang hal yang paling kau khawatirkan ndri. Jarak.
Tahu kah kau berapa banyak rindu yang aku tahan untuknya?
Banyak.. sangat banyak.
Awal perpisahan aku sering menangis sendiri di sudut jendela kamar ku.
Menatap halaman ku dari atas.
"Masih lama.." bisik ku dalam hati.
Sering saat aku duduk sendiri di ruang tamu ku, teringat saat dia berada disini. Aku hafal betul posisi duduknya, sekalipun dia beberapa kali berpindah posisi. Aku hapal setiap spotnya.
 Saat aku belanja bulanan, melewati jalan tempat dia menungguku mengantar teman kesebrang jalan, ya.. aku masih hafal posisinya.
Aku hafal betul kami duduk di gereja menunggu hujan, jantungku tak beraturan. Itu deg-degan terhebat yang pernah aku rasakan, berat untuk mengeluarkan setiap huruf dari mulut ku, tapi aku harus..
Aku masih hafal tempat duduk aku mengaduk-aduk float ku. Bahkan aku hafal dimana dia memarkirkan keretanya.
Aku parah ndri, parah.
Aku tak pernah separah ini. Aku di luar kendali saat itu.

Boleh singkirkan logika mu sebentar?
Rasakan.. seberapa besar aku merindukan mahluk ajaib itu.
Aku pernah menuntut untuk di mengerti...
"Hei...!!! Aku rindu!!" gerutu ku dalam hati sendiri.
Lalu apa?
Aku belajar banyak hal darinya tanpa harus dia ajarkan.
Aku sering merenung tentang hidup sejak mencoba masuk ke dunianya.
Aku berfikir dalam...

Aku rindu?? Mau protes??
Lalu dia?
Jauh sebelum aku, aku yakin dia telah lulus dalam hal menahan rindu.. iya, menahan.
Seberapa besar sih rindu yang aku tahan di banding rindunya terhadap keluarga??
Ah.. rindu ku belum ada apa-apanya.
Aku bisa merasakan, bagaimana dia sangat mencintai ibunya...
Mau protes?
Ah.. tidak lagi.
Belakangan aku hanya melihat foto-foto menahan rindu ku.
Aku memadatkan aktivitasku.
Saat waktu benar-benar kosong, dan aku rindu.. aku lebih memilih memeluknya lewat doa.
Dia mengajariku tentang ini ndri..

Menahan marah...
Ya.. pertama kalinya aku sangat marah padanya.. sangat marah.
Lalu aku tersadar, tidak seharusnya aku marah saat dia butuh untuk aku dengar tentang rasa sakit yang dia rasakan.
Seharusnya aku menghargai jujurnya,.. dan saat ini, saat aku kecewa, aku hanya menghela nafas panjang, menahan marah ku..
berbicara baik-baik, bukan mematikan telfon tiba-tiba.

Dia mengajariku perasaan bukan tentang kata-kata manis

Seorang teman membuat aku tertawa geli dengan beberapa pertanyaan yang ku anggap aneh.
"Dia manggil kk apa?"
Manggil adek, jawabku.
"Kok gak manggil sayang gitu sih kak?"
Enggak dek,.. hehe.. jawabku sedikit lucu
"Memangnya dia gak sayang ya sama kk? Memangnya kk gak pengen di panggil sayang sama pacar kk?"
Ah.. bawel betul anak ini, kataku tertawa.
Aku berani menjawab sedikit panjang, menjawab tentang apa yang telah dia ajarkan padaku.


" Dek... dia itu beda dari cowok pada umumnya"
"bedanya dimana kak?" Pertanyaan yang sudah aku duga akan bersambung.

"Dia lebih ke perbuatan. Dia nunjukin, sayang itu gak sekedar ucapan. Aku tahu betul dia bukan  orang yang mau ngelakuin sesuatu tanpa ada tujuannya. Aku tahu dia bukan orang yang suka buang-buang waktu dengan orang yang gak penting menurutnya. Aku?? Dia sering membuang waktunya hanya untuk menghubungiku. Dia mengabariku saat dia sampai di rumah, dia bilang kalau ingin keluar sama teman-temannya, dia memarahiku kalau aku salah, dia menyemangatiku saat aku lemah, dia menyempatkan melirik hp nya di tengah jam kerja hanya untuk membalas pesan dariku. Pernah satu pagi dia menelfonku, hanya karena pesannya pending, belakangan dia sibuk dengan pekerjaan nya. Aku tahu dia pasti capek, tapi masih nyempatin menelfon sekalipun cuma sebentar. Sekalipun jauh, kk nyaman sama dia. Kk gak butuh orang yang boros janji dek.. Kk udah kenyang sama orang yang kaya gitu :)"

 
"Pernah doa bareng gak kak?"
ini anak lagi riset apa gimana sih.. kataku merasa lucu. Hahahaha 
"Gak dek" jawabku.
"Bukannya pacaran yang baik itu harus doa bareng kk?"
Aku merasa seperti seorang dosen cinta yang di tanya ini itu, saat itu. Hahahaha

"Kalau boleh jujur, kk pengen kaya kam.. bisa kesana kemari bareng-bareng. Tapi kk ga bisa dek.
Jadi, kalau kam tanya doa bareng, kan gak lucu kami telfonan terus berdoa.. Hahahha"


"Kalau saling mendoakan gitu pernah gak kk?"
 "Kk ga tau dek.. Tapi kk selalu doakan dia, gatau kalau dia.. Tapi kk punya kerinduan untuk ketemu di doa :)"

"Memangnya kk gak pernah nanya langsung?"
"Waduuuh... Kk ini siapa dek?? Hahhaa Kk ini cuma sebatas teman yang berkomitmen. Udah jadi istri sekalipun kk ga berhak mencapuri apa doa dia, kecuali dia yang kasi tau.." jawabku.

"Teman?? Kalian sekarang pacaran cuma gitu-gitu aja atau serius sih kk? maksud aku manuju pernikahan gitu?"
 "Iya teman, gak ada yang spesial selain komitmen kok dek di hubungan kami... masih sama kaya waktu kami jadi teman.. dan itu hal yang aku suka dari dia, karna aku juga bukan type yang bisa sweet gitu.
Pernikahan? Kalau di tanya mau nya kk, di ajak nikah sekarang pun kk ayok2 aja. Hahahaha"
kali ini aku benar-benar tertawa membalas pesan pertanyaan konyol itu.

"Serius kak? Hahahaha"
"Iya, serius. aku ngerasa, aku udah berhenti. Berhenti nyari. Capek kesana kemari, toh aku balik lagi kesitu. Tapi pernikahan itu gak cuma butuh modal serius dek. Modalnya banyak, keyakinan, kecocokan, kepercayaan, kesetiaan, kemapanan, kematangan, kedewasaan. Menjadi seorang istri itu sulit dek. Belum lagi harus menjadi orang tua :)
kk serius... kk masih diskusikan juga sama Tuhan tentang keseriusan kk..
banyak hal yang masih harus kk perjuangkan dek..
kk belum cukup dewasa untuk jadi istri, kk belum siap ninggalin dunia bebas kk, kk masih berjuang memantaskan diri juga. Masih banyak hal yang mau kk pelajari dari dia dek.."

"Boleh tau gak kk apa yg kk gumulkan?"
huft.. ini kan prifasi ku, aku mulai menggerutu
lama gak aku balas..
dia balik nanya
"Boleh lah kak.. aku belajar banyak dari kk.. aku pengen tau"
Oke, kali ini aku mulai menguap.. jam sudah hampir tengah malam.
" Hehehe.. kalau pergumulan itu kk ga bisa bagi dek... tapi kk mau bilang, pilih orang yang bisa buat kam jadi pribadi yang lebih baik tanpa dia minta. Yang buat kam nyaman juga. Abaikan masa lalunya, karna gak gampang buat dia berjuang ninggalin masa lalu yang pasti menyenangkan itu.
jujur, sampai sekarang pun kk gatau apa dia sayang atau enggak sama kk..
Apa dia cuma iseng atau gimana
Tapi kk terus mendoakan hubungan kami.. kk percaya Tuhan tau apa yg di hatinya, dan Tuhan akan ngasi tau sama kk.. mendoakan dia juga secara khusus.
sambil kk juga belajar persiapkan diri untuk hal yg kk doakan"

"Apa aja kak persiapannya"
Oke, kali ini mata ku kaya ada lem nya. udah berat.
oke.... oke..... kali ini benar2 pertanyaan terahir.





"Kk berusaha mempelajari dia setiap hari,
apa yang dia suka dan apa yang gak.
Apa yang harus dia pertahankan, dan apa yang harus kk tarik paksa dari dia dengan cara yang bisa dia terima :)
kk mulai belajar menyingkronkan dunia kk dengan dunia dia.
Belajar mempelajari cara pandang dia, cara berbicara dengan dia.
Belajar cara nyampein hal kk tau dia gak suka, tapi dia harus tau.
Belajar menetralkan emosinya.
Belajar makanan apa yang dia suka.
Apa hobinya.Apa mimpinya
Belajar pura-pura gak tau untuk hal yg dia gak mau kk tau.
Belajar sabar untuk setiap proses
Belajar juga gimana jadi menantu yg baik untuk ibu yg sangat dia cintai.
Belajar jadi kk untuk adeknya.
Belajar jadi perempuan yg bisa  dia banggain
banyak lagi dek..
jadi, kk serius.. tapi kk masih butuh waktu untuk belajar.
dan apa pun endingnya, kk gak akan pernah nyesal mempelajari itu semua..
Setidaknya, kk pernah berusaha belajar jadi yg terbaik :)"


untungnya interview ini lewat media sosial, aku ga bisa bayangin gimana kalau lewat sms. bisa jual baju 1 lemari buat pulsanya. Hahahahaha

Aku yakin, pertanyaan2 itu hal yang sama dengan pertanyaan mu.
Sekarang apa kau masih khawatir??

oke, aku lanjutkan

Dia mengajariku masa bodoh   

Ini bukan hal yang buruk kok ndri.
ya.. bukannya kau juga sering marah sama ku tentang hal ini.
aku yang terlalu memusingkan apa kata orang.

Belum bosan membaca kan??
aku yakin kalau kita membahas ini secara langsung pagi ke pagi juga belum tentu selesai. Hahaha
Jadi ini belum seberapa
Masih panjang. selow lek.. Hahahaha

Aku punya teman baru di kampus, Venny namanya. Ginting juga. Tak perlu aku jelaskan gimana cerewetnya mahluk ginting itu. kau jauh lebih paham tentang ini kan. Hahahha
Sama halnya dengan mu, dia sering curhat sama ku.
Tentang mantannya yg beda agama.
Tapi, aku tak pernah cerita apa-apa ke dia.
Tapi pernah 1 malam, dia tanya.
"M itu siapa nak?" tanya nya.
"Mikhael nak, knp?"
"siapa mu?"
"calon abg mu nak.. hahahaha"
"eh... adanya pacarmu.. mau kali dia sama orang gilak hhahahaha"
candaan kecil yg menuju serius waktu dia bilang
"kok gak pernah kau bawak?"
"Jauh dia nak... di tanggerang sana.. kalo tiap hari dia jemput aku, gak di lamar2 aku nanti,,, hahahaha" jawabku
"udah lama?"
"baru lagi nak.. masih fresh lah.. hahaha"
"senang kau sama dia?"
"senanglah.. kok gak, ngapai di pertahankan"
"sanggup kau senang jauhan gitu? tau kau ngapain dia disana? harus jelas kau.
apa bedanya kau sama pelacur gajah mada sana? jangan mau di jadikan cuma untuk penghibur nak"
aku tersentak.
kata2 seperti itu asing buat ku.
air mataku tiba2 tumpah
"pelacur???" berkali-kali ku baca itu berulang-ulang
"apa iya aku cuma penghibur?" aku mulai lagi dengan kebiasaan lama ku memusingkan omongan orang.
ini bukan pertama kalinya aku di goncangkan omongan2 pahit.
"Panca aja lah bil.. dia kan selalu ada untuk mu" Kina.

"dengar kata orang gak ada habisnya dek" itu katanya saat aku tanya pendapatnya tentang profesi model.
Ya.. aku cuma punya dua tangan, cuma bisa nutup 2 telinga ku, ga bisa nutup mulut semua orang.

"kam itu terlalu nyalahin diri, sementara orang kalau ga bisa ya udah gabisa.. gak di paksain" itu katanya.
Iya, aku gak pernah jadi aku ndri selama ini.
Aku terlalu memusingkan kesenangan orang lain.
Saat masuk ke dunia dia, aku mulai menata hidup
Aku mulai membagi hidupku untuk aku.
Mulai fokus ke mimpi ku, tanpa perduli orang bilang apa.

Tenanglah kawan... aku ada di orang yang tepat.
Orang yang bisa menjaga ku sekalipun dari jauh.. :)
Orang yang menjadikan aku pribadi yang lebih baik

Aku tau kau pasti tau pergumulan yg masih aku terka2 sampai sekarang....
tenanglah kawan.. waktu akan menjawab semuanya.
Aku tak pernah seberani ini.
Aku siap untuk gagal kalau memang harus.
Aku ikhlas kehilangan kalau memang harus.

Di ujung tulisan ini, aku mau bilang
Doakan aku, amini harapan2 ku..
:)

Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates