RSS

Untuk seseorang


Aku pernah menjadi wanita tertangguh mungkin, dalam hal menanti.
Aku pernah menjadi wanita tertabah mungkin, dalam hal mencintai.
Aku pernah menjadi wanita tertegar mungkin,  dalam hal ini.
Untuk kamu.. hanya kamu..
Seseorang yang mampu buat aku jatuh cinta berkali-kali..
Seseorang yang membuat rasanya ingin aku membelah setiap jarak kita.
Seseorang yang membuat tidur ku tak nyenyak malam ini.
Aku rindu.. sangat rindu..

Tak perlu cukup usaha membuat aku menjadi sesadis ini mencintai kamu.
Entahlah, aku tak cukup paham.
Kau hanya diam, dan aku jatuh cinta. Berkali-kali.

Lagi-lagi, aku tak paham.
Aku tertolak dunia ku.
Dunia yang tak pernah izinkan aku menjadi aku.
Dunia yang hanya ingin kenal tawa ku, tidak sedihku.

Aku lemah..
Aku takut..

Tetaplah berada disini saat aku lemah.. saat tangan ku tak cukup kuat menggenggam semua mimpi yang pernah aku punya tentang kita.
Teriak pada ku saat aku ingin berhenti.

Aku rindu.. tapi mereka tak paham.
Ini menyakitkan bagiku…
Saat aku merasa aku sedang sendirian..
Saat aku merasa aku sedang di tarik paksa dari mu.
Saat mereka terlalu memusingkan kebahagiaan ku.

Tetap berada disini.. Saat aku mulai membicarakan hal2 tak masuk akal.
Mungkin aku sedang benar2 lelah.
Aku lelah mempelajari takdir.

13 Jan 15

Tentang Seseorang

Ini tentang seseorang..
Seseorang yang mungkin nyaris lelah kau dengar senja

Berbeda..
Malam ini aku tidak bersama wajah murung ku
Rambut acak2an ku.. lagu galau ku.. tumpukan 5 cup capucino
Tidak..
Malam ini aku bersama dering Hp ku yang dari td membuat aku tersenyum sendiri..
Ia.. itu dari dia

Berbeda..
Malam ini aku tidak bersama harapan yang coba aku sangkal
Menerka-nerka ahir dari sesuatu yang tak sadar aku nanti
Tidak…
Malam ini aku telah memilikinya..

Aku hanya gadis biasa senja..
Gadis yang percaya, mengimani..
Aku akan menemukan seseorang tempat aku berhenti pada waktu dan cara yang lebih dari sekedar manis.
Dan waktu menjawab semua nya
Seolah Tuhan mempesiapkan semua nya
Waktu yang sangat sempurna menurut ku
Aku bahagia senja…
Natal terindah yang pernah aku punya
Melewati akhir tahun termanis yang pernah aku lewati..
Cinta hayalan yang aku miliki..

Semua nya aku panggil indah..
Termasuk saat ini..
Masa dimana aku menikmati mencoret angka2 yang berjalan maju di kalender ku setiap pagi..

Aku sedang menunggu..
Menunggu senyum itu hadir lagi di halaman ku..
Menunggu melewati natal bersama cinta pertama ku lagi..

Ini tentang seseorang…
Seseorang yang aku dapati kemudian harus kembali aku lepaskan..

(06 Jan 15)

Lebih dari sekedar indah

Terlalu banyak rahasia yang Tuhan simpan untuk ku..
Rahasia yang terkadang tak mampu aku mengerti saat proses nya berjalan..
Aku bahagia saat bercerita tentang sahabatku wahyu pada mu senja..
Tanpa aku pernah tahu tak lama aku harus kehilangan nya..
Tuhan menyayanginya, lebih dari kami sahabat dan keluarga menyayanginya…
Sahabat yang luar biasa..
Yang aku pastikan andai dia masih ada, pasti meriah nya gak ketolongan saat tahu ahirya aku mendapatkan sesuatu yang tak pernah berani untuk aku bayangkan mendapatinya; My first love.
Seseorang yang sering aku ceritakan padanya dulu… tak sempat dia dengar ahir ceritanya.
Ah… andai dia masih ada :’(

Apa kau juga kaget senja??
Hahahaha
Sama.

04 Januari 2015 ; Sekitar jam 01 dini hari.
Aku mendapatkan untuk melepaskan.
Berat?? Sangat.
Aku lihat lagi senyum itu berlalu dari halaman ku.. dan aku tahu.. aku tak akan melihatnya lagi untuk waktu yang lama.. sangat lama..
1 tahun…
Ya.. aku tahu resiko apa yang sudah aku ambil. Aku sangat tahu.

Aku tahu semua nya akan berubah sejak hari itu.
Aku tahu dia tak akan disini lagi seperti kemarin-kemarin.
Sekalipun hanya sekedar untuk melihat wajah kesalnya pun aku tak bisa lagi. Hahahaha

Aku bahagia.
Sangat bahagia.
Bukannya aku telah melewati fase yg lebih buruk dari ini..
Bukannya aku pernah menunggu seseorang yang aku tak tahu siapa lebih dari setahun..

Tak butuh terlalu banyak waktu mengartikan scenario yang Tuhan buat.
Aku tertawa kecil, mengingat awal pertemuan ku.

Pasti aku orang paling menyebalkan yang pernah dia kenali. Tak apa. Toh dengan cara itu dia bisa mengingatku dengan jelas. Hahahaha

Pasti aku orang paling aneh yang mengaduk float ku berjam-jam. Tak apa.. belakangan ini kami sering tertawa kalau mengingatnya.

Pasti aku orang yang aneh yang tak tahu letak toilet, padahal tadi katanya dari toilet.. tak apa.. Itu lucu bagi ku, keluar dari zona nya hanya untuk menetralkan jantung ku. Hahaha

Tak apa, aku membuatnya kesal dengan tingkah yang tak ku mengerti. Setidaknya, teringat wajah kesal itu mampu buat aku tersenyum sendiri sekarang.

Tak apa., dia mendiamkan ku sepanjang jalan mengantarku pulang.. setidaknya emosi ku menjadi lelucon ibu ku. Membuat dia menjadi istimewa di rumahku. Aku senang, aku tak perlu pusing memikirkan cara mengenalkannya pada keluargaku..

Tak apa aku hujan menahan ku di gereja, setidaknya aku melewati ahir tahun ku dengan  seseorang yang aku tunggu.

Semuanya berjalan teratur.
Waktu, Tempat, momen yang lebih dari sekedar indah menurutku
Bahkan.. Tak apa, harus dipisahkan jarak sekarang..
Biar waktu mengajari kami artinya sabar, setia walau tak terlihat, mendewasakan kami, saling mendukung walau berjauhan..
Ini lebih dari sekedar indah..

Bagaimana Jika...

Bagaimana, jika pilihanku berhenti di kamu….
Bagaimana, jika aku sama sekali tak perduli siapa kamu…

Bagaimana, jika pada akhirnya aku tak melihat siapa pun lagi selain kamu…
Bagaimana, jika aku mengoyak semua mimpiku hanya untuk mu…
Bagaimana, jika cinta ini jatuhnya di kamu…??

Akankah aku bahagia mencintai hati yang tak mengenalku??

Ingin rasanya ku pinjam hatimu…
Sekedar untuk tahu adakah aku disana…
Tapi..
Bagaimana, jika aku pun tak perduli walau kau tak memilihku…
Bagaimana, jika aku tetap memilih menunggu…
Bagaimana, jika aku tak percaya cinta yang tak harus memiliki…
Andai….

Bagaimana, jika aku bahagia meski menjadi pilihan saat engkau bosan..
Bagaimana, jika aku bahagia menahan perih saat melihat mu bahagia dengan yang lain..
Bagaimana, jika aku bahagia hanya dengan berdiri di sudut kegelapan menutupi yg aku punya..

Sering,…
Ingin ku hapus nama mu dari setiap puisi ku…
Tapi..
Bagaimana, jika aku tak mampu…

22/11/14

mungkin..


mungkin, aku yang terlalu merasa..
mungkin, aku yang terlalu memakai hati
mungkin, aku yang tak berlogika
mungkin, aku yg terlalu naif
sedang kamu??
hanya tertawa di balik canda mu..

bukan salah mu..

mungkin, aku yang salah mengartikan
mungkin, aku yang tak berkaca
mungkin, aku yang terlalu bodoh
mungkin, aku yang berhati lunak

aku yang salah..
mungkin, ini jalan ku..
jalan kemana harusnya aku pulang..
meninggalkan setiap harapan yg berkali kali coba aku sangkal
pada mereka, pada mu, pada diriku sendiri..
bahagialah kamu tanda aku..
aku baik..
bahkan sangat baik..
ini hanya sayatan kecil, yg mampu ku obati sendiri..

S.H.M.I.L.Y

Seperti sedang dipermainkan takdir…
aku tak mengerti apa yang takdir mau..
kemarin aku kira semua berakhir..
Sakit sekali…
Aku perkuat hati, sadarkan diri untuk pergi saja…
Secepat inikah jawaban doa ku?? Pikirku malam itu.


Minggu, 28 Desember malam..

Dia menyapa ku lagi lewat BM..
Yang aku tahu betul sapaan kecil hebat yang akan merusak semuanya
Jantung ku tak beraturan,..
Sekitar 20 menit an baru aku bls pesan itu..
Hanya di awal aku sedikit dingin.. dia kan memang berbakat mencairkan hati.. hahahaha

Seperti tak terjadi apa2 malam itu.
Seperti sebelumnya kami baik-baik saja.
Buat janji untuk bertemu sebelum dia kembali.
Aku putuskan hari rabu, 31 Desember 2014.
Seperti janji ku sebelumnya, aku terlalu lama berdiri disini.
Aku berharap ahir tahun ini menjadi jawaban atas semuanya.
Apa pun hasil yang ada, aku terima.. aku bawa ke gereja, aku serahkan pada Tuhan.


Hari itu pun tiba, langit mendung.

Rabu, 31 Desember 2014

Aku berdoa..
“Tuhan.. tolong tunjukan apa mau Tuhan dalam hidupku”
Kami janji jam 6 sore.
Dan.. benar saja, hujan mengguyur.
Aku berbisik lagi…
“Tuhan… apa Tuhan tak izinkan??”
Tak lama… ibuku memanggil…
Aku turun dari kamar ku..

Aku lihat cinta pertama ku duduk manis di sofa kesayangan ku..

Aku terdiam di tangga sejenak..
Dia tersenyum padaku..
Ya…. Senyum itu yang berhari-hari ini aku tunggu.
Sedikit berlebihan mungkin, mata ku berkaca-kaca.
Seperti tak percaya, dia disini?? Aku mimpi??
Seolah janjian, kami menggunakan merah-merah waktu itu. Hahahaha
Dia dengan kemeja merah hatinya, dan aku dengan dress merah cerah ku.

“Tuhan.. Aku jatuh cinta lagi padanya” bisik ku dalam hati

Malam itu, kami tak terlalu banyak cerita.
Gerogi ku memalukan.
Mengaduk-aduk leci float ku berkali-kali.
Tak ada jawaban yang aku dapatkan.
Kami hanya berbincang biasa.
bahkan hanya banyak diam.

Lalu berangkat ke gereja.
Hujan mengguyur..
Hujan menahan dia disini… aku bahagia.. hujan menahan dia disini, di rumah Tuhan..
Tuhan.. intip hatinya, beritahu padaku.

Hampir jam 12 malam itu.
Aku bahagia, aku dapat melewati ahir tahun ku bersama mu, cinta pertama ku.
Dia pun mengantar ku pulang, aku lihat senyum itu pun berlalu dari halaman rumah ku.

Semua hanya hal sederhana, tetapi menjadi istimewa saat dia orangnya.
aku benar-benar merasa sedang berada dalam tidur panjang.
dijemput?? duduk berdua? kegereja bersama? melihat secara dekat? ah.. aku nyaris benar2 sakit jiwa.

Akankah aku melewatkan cinta pertama ku hanya karena aku takut untuk bilang???





Semalam, 2 Januari 2014

Aku buat janji dengan temanku untuk nonton..
Rencana lama yang baru terpenuhi hari itu.
Agh.. dia disana lagi..
Aku lihat senyum nya lagi..
Film berjudul “Marry Riana”
Akan diputar sekitar 1,5 jam lagi..
Kami bertiga pun memutuskan untuk menunggu di salah satu tmpt mkn di mall itu.
Dia duduk disampingku. Jelas jantungku tak beraturan.
Beralasan ke toilet, aku netralkan jantung yang sepertinya ingin loncat dari tadi, sebelum semua kembali berantakan fikirku.
Banyak hal yang kami bertiga ceritakan..
Aku bahagia.. sangat bahagia..
Aku jatuh cinta lagi…
Film itu pun diputar.. Dia duduk di samping ku.
Sangat dekat jarak nya dengan ku malam itu..
Salah satu tokoh di film itu bilang “Gini ya rasanya kalo kita yang ngejar2”.
Tersentak aku.
Ya.. aku normal.. Aku cinta dan aku mendadak bodoh tiap ada dia, bahkan saat tak ada dia.
1 kalimat yang berulang disebut di film itu.. S.H.M.I.L.Y “See How Much I Love You”
Apa aku berani bilang itu ke dia??
Ah.. tentu tidak..
Malam itu dia mengantar ku pulang..
Di berikan nya jaket nya padaku..
Tuhan mungkin sedang tertawa kencang disurga sana melihat aku yang senyum2 sendiri sepanjang jalan pulang.
Seolah tak sadar, semua bahagia ini semu.
Jam 10 malam aku sampai rumahku, ku lihat lagi senyum itu berlalu dari halaman rumahku.
Aku jatuh cinta tiap lihat senyum nya.
Orang yang mampu buat aku berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama. Dia.

Sampai Sore ini, saat aku menuliskan ini pada mu senja.
Dirumahku aka nada acara pemuda gereja.
Tak seperti semalam..
Aku sedih..
Katanya dia belum tentu datang.
Jangan heran.. bukannya dia memang seperti itu..
Dapat sesuka hati mengatur perasaan ku..
Besok pun dia aka nada acara..
Mungkin, semalam akan jadi pertemuan terahir kami..
Ah.. Tuhan…
Sakit..
Air mata ku kembali mengalir..
Ya.. sekarang.

Secepat inikah???
Tuhan.. ijinkan aku untuk tahu apa yg ada di hatinya..
Taka pa kalau bukan aku..
Aku hanya ingin kepastian
Harus tetap disini atau pergi.

Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates