RSS

Surat kecil untuk SAHABAT


Hi  sahabatku...
sudah lama ya kita tak bercanda..
kadang aku fikir kau sudah lupa pada ku..
kadang aku juga fikir kau hanya sedang sibuk dengan rutinitas mu di ujung kota sana sampai tak ada waktu untuk sekedar menyapa ku....

Tak jarang saat malam menyapa...
saat biasanya kita akan mulai mengobrol panjang lebar karena insomnia yang menyiksa
ingin ku kirimkan pesan untuk mu...
saat jariku mulai menemukan namamu  di kontak HP ku, aku tersadar...
kau tlah pergi jauh... sangat jauh...
tak satu pesan pun dapat kau baca, tak satu suara lagi pun dapat kau dengar selain doa...

kadang,... semua terasa tak adil kawan...
aku merasa cerita kita belum habis...
masih banyak hal yang harus kau dengar kawan...
seharusnya, masih banyak cerita yang kita tertawakan
seharusnya, masih banyak pertemuan yang kita lewati...

dulu, sering kita bercerita tentang masa tua kita kawan..
katamu, kita akan tempatkan anak kita di sekolah yang sama...
dulu, sering kita tertawa akan bayangan indah masa tua kita yang akan kita lewati bersama...
kemarin, saat toga menghiasi kepala kita
toga yang kita perjuangkan bersama..
katamu, kita harus tetap menjalin persahabatan yang baik walau telah saling berjauhan dan punya jalan hidup baru yang berbeda-beda
pernah juga, kau undang aku ke pernikahan mu..
tapi... kapan kawan??
kenapa sampai sekarang undangan itu tak juga datang???
apa kau tak mengundangku...???

sebulan lalu, teman-teman ramai mendatangi rumahmu...
memangnya kau mengadakan pesta apa kawan???
pesta nikah mu???
tapi,.. kenapa teman-teman menangis??
apa menangis terharu..?
tapi,.. kenapa teman mengirim foto mu padaku yang terbujur kaku
bukannya kau harus ceria..?

kemana ceriamu yang dulu kawan???
kenapa lama sekali tak ku dengar tawamu...
kenapa begitu banyak ucapan duka cita di social media mu??
siapa yang meninggal kawan??? siapa???

kawan...
kadang, tak mampu aku menepis kenyataan...
kau yang meninggal kawan
bukan undangan pernikahan yang kau kirim
tapi undangan duka cita

kenapa secepat ini kawan???

saat ini, rinduku sangat dalam...
aku pandangi foto-foto kita dulu
aku dengar lagu persahabatan kesukaan mu..
aku tak tau harus kemana aku menjumpaimu
bahkan dalam mimpi pun kau tak pernah lagi menyapa ku...

sejauh itukah kau pergi kawan????

kawan... aku rindu,,
apa kau tak rindu???

kawan.. temui aku dalam mimpiku...
aku rindu...




11 September 2014

Seminggu ini aku kuatir sama kuliahku…

Ntah itu bentuk penyesalan atau karna aku udah terlanjur tau gimana susahnya cari uang…

Semasa kuliah D3 ku, aku hanya mahasiswi biasa menurutku..

Aku sekretaris merangkap bendahara selama 2,5 tahun di kelasku..

Aku termasuk mahasiswi yang pembangkang sama beberapa dosen yang gak aku sukai.

Mungkin sangat banyak dosen yang jengkel ke aku semasa kuliah dulu.. hahaha :D

Yaah.. begitulah aku..

Kalau tidak suka ya di tunjukan..

Tapi, prestasiku juga gak jelek2 amat kok..

Diwisuda dengan IPK 3.10 gak terlalu buruk menurutku, walaupun kadang ada rasa nyesal di hati…

Andai aja waktu dulu aku kuliah yang serius, malam belajar bukannya nge-game, kalau ujian belajar bukannya buat kopekan, datang selalu awal dan masih banyak hal yang aku sesali semasa kuliah D3..


Tapi.. ini lah yang dinamakan waktu mungkin..

Dia gak perduli, dia akan terus jalan dan gak akan pernah kembali…


4 hari lagi, aku kembali duduk sebagai mahasiswi..

Jujur.. ada ketakutan besar dikepala ku ini,..

Biaya kuliah yang gak sedikit buat aku ketakutan..

Biaya pendaftaran ulang 1jt

Biaya kuliah sebesar 1,6 juta wajib aku bayar di setiap smesternya

Biaya sks 140rb/sks nya yang aku sampai detik ini belum tau harus berapa sks lagi yang harus aku ambil…

Belum biaya lain2nya

Biaya transport minimal 20rb/harinya karna jarak kampus dan rumahku memang jauh

Belum biaya seminar atau biaya tambahan dari kampusku…

Seperti mau pecah rasanya kepalaku mikirin semua biaya2 itu..


Mungkin rasa bersalah semasa D3 juga mempengaruhi keriwetan di kepala ku ini..

13juta/tahun biaya wajib yang harus dibayar selama D3..

Tapi, setelah tamat.. apa yang mampu aku berikan ke orang tua ku..?

Gak ada!!!


Saat ini aku merasa seperti anak yang tak berguna..

Sangat jelas terniang di kepala ku, orang tuaku yang menentang aku kuliah di kampus ku dulu karna biaya..

Tapi.. aku tetap di kuliahkan di kampus itu..

Andai aku bisa memutar waktu, aku lbh milih berkuliah di tempat yang biasa2 aja..


Dengan arogannya aku memakai blazer itu dulu..

Rasa penyesalan yang sangat dalam aku rasakan saat ini…


Gak sanggup aku membayangkan rasa kecewa orang tua ku dengan keadaan aku saat ini..

 Mereka bilang aku harus tetap bersyukur dengan posisi ini,

Mereka bilang masih banyak diantara mereka tak seberuntung aku…

Tapi… kalau aku tak sebodoh dulu.. aku bisa lebih baik dari sekarang..

Terlalu banyak waktu yang aku sia2kan..


Dari mana akan didapati biaya kuliah sebesar itu pikirku…

Aku dihadapkan dengan pilihan sulit..

Kalau aku bekerja sambil kuliah, aku takut kuliahku berantakan kaya dulu

Tapi kalau aku gak kerja, dari mana aku bisa bantu orang tua ku biayai kuliahku


Harapan???

Aku seperti gak punya harapan sama sekali saat ini..

Aku hanya menganggap salah diriku..


Kenapa aku gak sabar sama cobaan di lokasi kerjaku..

Kenapa aku sia2kan masa kuliahku

Sekarang aku Cuma jadi seseorang yang mentah tanpa keahlian khusus..

Pribadi yang payah!!!!

Ntah dengan apa harus aku bayar semua kesalahan2 ku..

Aku harap Tuhan terlebih dulu mengampuni aku..

Mengampuni sikap bodohku dulu…

Aku harap aku bisa banggain orang tuaku dengan prestasi di kampusku yang baru,,

Aku janji, aku gak akan main2 lagi..

Aku janji aku akan serius belajar..

Aku janji punya IPK yang gak kurang dari 3,4

Aku tau gak mudah..

Tapi aku… aku adalah anak muda yang pernah gagal..

Aku tau kenapa aku gagal.. dan aku gak akan kembali menjadi sibodoh yang dulu.. yang sia2kan waktu hanya untuk kesenangan ku

Aku mau bangkit untuk orangtua ku, aku mau bangkit untuk masa depanku, aku mau bangkit untuk menjadi penyemangat bagi adikku..

Mereka semua harus bangga punya aku..

Terlebih lagi,.. aku mau bangkit untuk Mu Tuhan..

Bantu aku, papah aku…

Biarlah aku mampu menjadi garam dan terang dimanapun aku Engkau tempatkan

Amin.

Duka 7 Sekawan


"hallo.. li.. nanti lebaran kau mau gak kita tempat kina lebaran, nih aku serius..
ga mau tunggu2an..
siapa yang mau ikut ajalah"


"li.. kau mau liat foto keluarga cendana? hahahaha (sambil ngirim foto dia dan pacarnya),
insyaAllah aku nikah 10 lebaran ini,
datang klen ya...
kalok ga datang, cuktau lah"

"hallo li.. aku lagi seminar di medan ni.. tapi besok dah balik lagi ke tj balai,
ni ada lomba cepat2an jalankan program baru sekolah..
kalok menang hadiahnya jalan2 ke jogja sama uang..
ni lah lagi belajar aku, kalok aku menang kita jalan2 ya, doain ya lek (panggilan dekat kami)"







Siang ini berbeda dengan siang2 sebelumnya..
Siang ini tepat sebulan lalu.. 7 sekawan berkurang 1
Sosok paling periang diantara kami pergi…
Ntah ungkapan apa yang paling pas menggambarkan perih hati saat itu..
Bahkan air mata pun gak mampu lagi keluar dari mata..
Seperti orang gila rasanya saat itu..
Aku diam di kursi ku.. seperti tak ada apa2
Hanya diam tanpa kata2..
Semua memory tentang dia seperti mendekatiku..

Siapa yang pernah menyangka cerita tentang 7 sekawan akan pergi 1...
Masih jelas semua janji2 nya di telfon seminggu sebelum dia pergi…

Kenapa harus seperti ini protesku dalam hati…
Kenapa harus dia..
Perih sekali yang ada di hati saat itu..

Sampai siang ini, mungkin sakitnya telah berkurang..
Namun rasa kehilangan itu masih utuh..

Aku lihat foto disidut kamarku..
Foto kami sekelas..
Aku lihat pula foto kenangan kami dulu..
Lagi2 aku protes di hati…
Kenapa harus dia..
 _______________________________________________________________

Masa perkuliahan telah berahir..
Teman2 yang lain pun sudah mudik utk persiapan wisuda
Tapi kami tetap buat janji untuk ketemu
Di lantai teratas kantin kami berdua bercerita
Ntah apa yang setiap hari kami ceritakan disana sampai malam menyapa..
Sadar hari udah malam, dia mengantarku kepersimpangan kampus utk ambil angkutan umum
Besoknya kami kembali ketemu sekedar utk berbagi cerita dan tertawa…

Kadang, kami jalan2 ke taman dekat kampus..
Bercanda, walau aku sampai lupa apa yang kami tertawakan..

Keliling kota medan tanpa tujuan sudah biasa utk kami…

Pagi sampai malam menghabiskan waktu di kos “S” dengan cerita2 kami

Cerianya seakan masih belum habis,..
Perlahan2 waktu mengikis ingatan ku bentuk wajahnya..
Terasa sudah lama sekali dia pergi.. padahal masih baru sebulan lalu..
Sepi… hal yang pasti aku dan sahabat lainnya rasakan..

Uang bukan hal yang menghalangi tawa kami
Tak ada hal yang buat keluhan keluar dari bibir kami seberat apa pun masalah saat itu
Dia mampu buat aku tak kehabisan stok semangat

Rindu… tapi inilah kematian..
Ntah harus kemana aku cari sahabatku yang hilang
Ntah harus dimana aku bisa temui dia

“Li.. aku hidup gak lama lagi..
Aku udah sakit lever, udah parah…
Aku Cuma pengen senang2, makanya aku gak mau di rawat..
Orang rumahku ga ada yang tau masalah ini,
Yang tau Cuma kita2 aja”

Ucapan nya malam itu seakan menusuk hati saat ini yang saat itu aku anggap bercanda dan aku malah ketawa…
 tapi saat ini aku malah tertampar dengan memory kala itu..
kenapa aku hanya tertawa..
kenapa aku gak memaksanya berobat..
hal yang paling aku sesali..

 sahabat sebenarnya adalah, mereka yang tau kekurangan kita namun tetap bersama kita,..
yang aku tau "s" ada lah sahabat yang pastinya paling terpukul saat ini..
karna dia yang paling dekat dengan beliau

belum habis airmata kami mengalir, seminggu kemudia ku kami kembali di kejutkan kabar meninggalnya ibu sahabat kami "A"

"baru seminggu awak kehilangan sahabat,
sekarang harus kehilangan mamak"

tak bisa dijelaskan perihnya perasaanku mendengar ucapannya saat itu..
aku tau betul luka yang dia rasakan saat itu..

2 hari setelah ku dengar kabar duka itu, aku dan 2 teman ku pergi melayat..
perasaan ku terasa gak karuan,
dia adalah teman terdekatku selain "w" yang telah pergi.

" pasti sakitan hati kawan awak" bisik ku dalam hati dengan mata yang berkaca2 sepanjang jalan
semakin dekat, semakin perasaanku gak karuan..
airmata ini udah mau tumpah aja rasanya..
sampai disana mataku kesana kemari mencari dia, dari celah orang2 ku lihat sahabatku..
duduk diam di samping jenazah ibunya
kulihat jelas raut perih di wajahnya yang coba ia tutupi
semakin ia berusaha menunjukkan ia baik2 saja, entah kenapa semakin perih pula perasaan ku

saat peti akan ditutup, mungkin saat itu perih dihatinya tak terbendung lagi..
airmatanya menetes deras
aku pun semakin gak sanggup menahan air mata
ku lihat adik perempuannya yang dari tadi terisak, bisa ku rasakan luka dihatinya..
sahabatku yang berusaha terlihat tegar, yang aku tau pasti ia hanya berusaha menguatkan adik dan ayahnya...

sakit sekali aku rasakan saat itu, tak pernah sekalipun aku lihat dia menangis sebelumnya..
__________________________________________________________

jauh sebelum kedua peristiwa itu, aku pun telah luka dengan cerita "j" yang sangat ingin meneruskan kuliah ke S1 namun tersendat biaya karna memikirkan masih ada beberapa lagi adiknya yang harus masuk kuliah dan bersekolah.

andai aku punya kesempatan lulus pekerjaan, akan aku kasi pekerjaan itu untuknya...
tapi... ntah apa rencana Tuhan bagi hidupnya..
Tuhan belum mengijinkan dia melanjut tahun ini,..
setiap doa ku terselip nama2 sahabat2 ku..
ntah apa yang sedang kami alami saat ini
duka yang tak ada putusnya
penghibur kami pergi selamanya
masalah pribadipun tak henti2 datang..
___________________________________________________________

tak akan ada yang menyayangimu selain ibu kandung mu,...
"S" sahabatku yang saat ini tlah di cobai lewat ibu tirinya
ayahnya telah di guna2i oleh ibu tirinya
percaya tidak percaya memang iblis pun punya kuasa...
______________________________________________________

duka ini adalah duka kami bersama, tak perduli jarak yang saling berjauhan
kami tetap saling menguatkan, saling menghibur..
kami adalah saudara yang hanya dipisahkan Tuhan oleh rahim..

duka ini kami hadapi bersama
kami tak akan goyah apalagi jatuh
itu  janji kami...


6 September 2014

Ini adalah hari ke-3,

bertepatan juga sama hari ultah nya yang ke-24.

Kegalauan Menuhin pikiran aku semalam, ntah harus ngucapin atau enggak…

Sekitar jam 7 pagi sehabis mandi aku mulai ketik pesan singkat yang akan aku kirimkan nantinya,

aku mulai cari2 gambar birthday juga walaupun perasaan galau masih penuh di otakku,

ntah itu semua akan aku kirimkan atau sebaliknya,

dan ntah kenapa juga aku harus repot2 mempersiapkannya dari pagi,

toh bisa diketik waktu ingin dikirim nantikan….


Waktu menunjukkan pukul 8 malam, hp ku berderig sms masuk,..

aku lihat itu nomor baru, tapi bukan nomor asing buatku..

Itu nomor mantanku yang tak akan pernah aku save, juga yang selalu mengganggu ku dengan sms2 tak jelasnya.


“jangan lupa makan malam ya..” katanya.


Awalnya seperti biasa, aku abaikan saja sms yang aku anggap sial itu..

Sampai ahirnya jam menunjukan sekitar pukul 11 malam, ada rasa ngantuk yang dikalahkan dengan rasa inginku mengirim sms yang sejak sore tadi ku ketik tepat di jam 12.


Berulang-ulang aku baca sms itu, ntahlah aku ini kenapa.

Bahkan jam 7 tadi aku menyuruh temanku untuk miscall nomor do’I untuk memastikan nomor itu aktif atau enggak,

kenapa harus pakai nomor teman… kenapa gak pakai nomor sendiri?? Aku sendiri juga ga terlalu mengerti dengan benda kecil bernama “perasaan” ini.

****

Saat itu jam mulai menunjukan pukul 11.25 malam, “sebentar lagi” bisikku dalam hati.

Jariku mulai bergerak di layar handphone,

lagi2 aku membuka konsep sms ku,

aku baca2 lagi sms yang sekitar setengah jam lagi akan aku kirimkan.


Aku lihat pesan singkat dari mantanku tadi,

ntah kenapa rasa sakit hati itu belum juga sembuh..

Setelah dia, aku punya 1 mantan lagi yang hanya berjalan 2bulan, dan kami masih jalin komunikasi, walaupun kadang rasa sakit hati aku membuat setiap obrolan kami sangat singkat dan hanya membicarakan hal yang penting2 saja.


Ntah kenapa, kali itu aku berbeda.. yang biasanya acuh, cuek bahkan langsung menghapus, kali ini aku balas sms itu..


“mau mu apa?” kataku

“aku Cuma pengen dekat sama kamu, sebagai apa pun itu” begitu kurang lebih balasan darinya, yang aku juga lupa karna sms itu udah aku hapus sekarang.

“ga puas kau dan keluarga kamu nyakitin aku?? Ingat kamu itu punya adik dan kakak cewek” kataku

Bla.. bla.. bla..



Perdebatan yang cukup panjang menurutku,

rasa benci yang sangat dalam menusuk sangat dalam..

hingga sms yang hampir mengahiri perdebatan itu, yang cukup buat aku agak lama membalas.. aku terdiam dan teringat, mataku mulai berkaca-kaca..


“apa gak ada 1 pun hal baik yang bisa kamu ingat dari aku selama bertahun2 itu??

Kamu ingat gak dulu setiap pulang kerja aku ga pernah pulang Cuma untuk nungguin kamu pulang kuliah.. kalau Cuma niat nyakitin kenapa aku harus serepot itu..

Kamu ingat gak dulu aku pernah tengah malam kerumah walaupun bahaya, Cuma untuk minta maaf, kalau Cuma niat nyakitin kenapa harus segitunya”



Memory ku seolah mundur saat itu,..

Kenangan pait yang lama telah aku lupakan seakan sangat dekat denganku malam itu,..

Mata yang dari tadi berkaca-kaca aku coba tahan..

Ntah itu air mata kebencian atau air mata kesedihan masa lalu..


Masa-masa kami bersama memang indah di awal,..

Banyak pengorbanannya untuk ku..

Dia yang mau menemani aku jalan sama teman2 cewek ku, yang aku yakin gak semua pria mau melakukannya.

Dia juga yang pernah menghadiahi aku handphone yang aku buat hilang dan dia Cuma bilang, gpp.. nanti kalau ada uang kita beli yang baru, yang lebih bagus..

Dulu, kami sering belanja sama2..

Banyak hal yang kami tertawakan bersama..

Pengaduan2 ku juga di responnya secara baik..

Dia selalu jemput aku pulang kuliah (malam)


Tapi itu semua tak cukup kuat menghapus rasa benciku untuknya…

Di hari ulang tahun ku ke-20 aku tau semua kebohongannya,..

Hadiah terindah dari Tuhan menurutku menunjukkan dia siapa..

Beberapa bulan setelah kami putus, kami sempat menjalin hubungan baik sebagai teman..

Tak ada lagi perasaan seperti yang dulu.. semua udah berubah..

Hanya saja, berteman gak ada salahnya.. aku harus bisa maafin dia pikirku saat itu..

Tapi, lagi2 Tuhan menunjukkan dia siapa..

14 februari 2013, dia bilang dia pengen dapat coklat dari aku..

Waktu dimana posisi keuanganku sangat susah karna sedang menyusun Tugas akhir tetap mengiyakan..

Selagi menunggu dosen untuk acc seminar di kampus pusat, aku coba cari minimarket..

Aku coba tanya2 sama orang sekitar situ..

Jauh juga ternyata pikirku sambil berjalan di siang yang sangat panas waktu itu…


Aku buka pintu minimarket itu dengan nafas yang setengah tergesa2 karna kelelahan..

Lelahku berganti waktu mataku tertuju kepada coklat yang dihias bagus yang memang disediakan untuk edisi valentine..

Aku lihat harganya.. sedikit mengerutkn dahi.. karna kalau aku beli, aku mengambil resiko gak makan siang ini.

Tapi itulah aku,.. yang teman2 ku bilang rela korbanin diri sendiri untuk buat orang lain senang…

Lagi pula kami janji jam 11 jumpa, jadi aku tetap bisa makan siang dirumah, pikirku..

Jam sudah nunjukin jam 1 siang saat itu…

Aku bolak balik telfon sms… awalnya gak diangkat sampai ahirnya nomornya gak aktif..

Jam sudah nunjukin jam 5 sore,.. belum juga datang sms nya

Perutku sudah sangat lapar..

Coklat itu juga masih utuh di genggaman ku,..

Perpustakaan kampus itu akan tutup, aku pun memilih untuk pulang..

Aku sms dia


“ kalau mau nipu, jangan gini caranya!!”


Sore itu lagi2 air mataku jatuh untuk orang yang aku anggap gak pantas sama sekali!!

Sejak saat itu, rasa benciku makin dalam…

Sejak saat itu pula aku benar2 usir dia dari hidupku..


.****.


Sudah dua tahun lebih yang lalu kejadian itu, tapi rasa benciku masih sangat dalam…

Ntah benar atau enggak, semalam dia bilang dia tersiksa sama rasa benciku..

Tapi pikiranku saat ini hanya sebatas memori lama untuk dia, selebihnya aku terfokus sama sms yang sekitar 5 menit lagi akan kukirim…


12.58.. aku mulai siap2 dengan tombol kirim di jariku..

12.59.. aku kirim sms itu,.. aku kirim juga gambar birthdaycake tadi ke BM dia..

Terkirim!! bisikku senang…

Sama sekali tidak di bls atau pun di read..

Mungkin dia sudah tidur… atau mungkin dia lagi dapet kejutan dari someone atau teman2 nya..

Ada sedikit kecewa di hati, yang buru2 aku hapus dengan berbisik ke hatiku.. “memangnya aku siapa???”


Perdebatan dengan mantan ku tadipun aku tutup dengan bilang “jangan ganggu aku!!”

Aku hapus semua sms nya,..

Dan memang dia bls lagi, tapi aku gak perduli sama sekali..

Akupun berdoa..

Ntah siapa dia!!!

Malam itu doaku bertambah satu…


“ Ya Tuhan..

terimakasih buat umur yang telah Engkau tambahkan padanya..

berkati dia Tuhan..

jagai dia…

beri dia kebahagiaan”


aku, yang dihari ulang tahunku sendiripun tak pernah berdoa kaya gitu..

yang ultah sendiripun aku malah tidur.

Aku kenapa?? Lagi2 jawaban yang sama.. aku sendiri pun gak ngerti aku kenapa..

.***.

Pagi ini, saat aku menulis ini.. aku lihat hpku…

Balasan sms darinya

Makasi ya de.. katanya

Gak aku balas, karna aku tau itu hanya balasan yang tak diharapkan balasan dariku.

Aku buka jg BM ku, ada pula balasan dr gambar yg aku kirim..

Kadonya mana dek? Katanya..

Gak seperti biasa,.. aku hanya balas.. itu gambarnya kadonya bg jarang2 loh orang aku kirim kaya gitu 

Tentunya balasan itu gak seperti biasanya, walaupun aku tetap berusaha menunjukkan aku baik saja dengan canda kecilku..

Gapapa dek, yang penting doanya… katanya yang gak aku bls..


Ntah ini akan menjadi permulaan menyerah permanenku atau bagaimana..

Karna bukan hanya sekali aku janji nyerah ke dia…

Berkali2.. tapi lagi2 gagal..





Beberapa hari lagi aku memasuki bangku kuliah, yang aku harap bisa mempercepat proses move up ku..

Semoga saja…


Sekarang, jam nunjukin jam 12.26

Mamaku yang sejak tadi berulang2 sms untuk aku mempersiapkan berkas pendaftaran tes CPNS yang besok adalah hari terahir.


Oke. Semoga nasip berpihak ke aku..

Semoga lulus

Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates