RSS

6 September 2014


Ini adalah hari ke-3,

bertepatan juga sama hari ultah nya yang ke-24.

Kegalauan Menuhin pikiran aku semalam, ntah harus ngucapin atau enggak…

Sekitar jam 7 pagi sehabis mandi aku mulai ketik pesan singkat yang akan aku kirimkan nantinya,

aku mulai cari2 gambar birthday juga walaupun perasaan galau masih penuh di otakku,

ntah itu semua akan aku kirimkan atau sebaliknya,

dan ntah kenapa juga aku harus repot2 mempersiapkannya dari pagi,

toh bisa diketik waktu ingin dikirim nantikan….


Waktu menunjukkan pukul 8 malam, hp ku berderig sms masuk,..

aku lihat itu nomor baru, tapi bukan nomor asing buatku..

Itu nomor mantanku yang tak akan pernah aku save, juga yang selalu mengganggu ku dengan sms2 tak jelasnya.


“jangan lupa makan malam ya..” katanya.


Awalnya seperti biasa, aku abaikan saja sms yang aku anggap sial itu..

Sampai ahirnya jam menunjukan sekitar pukul 11 malam, ada rasa ngantuk yang dikalahkan dengan rasa inginku mengirim sms yang sejak sore tadi ku ketik tepat di jam 12.


Berulang-ulang aku baca sms itu, ntahlah aku ini kenapa.

Bahkan jam 7 tadi aku menyuruh temanku untuk miscall nomor do’I untuk memastikan nomor itu aktif atau enggak,

kenapa harus pakai nomor teman… kenapa gak pakai nomor sendiri?? Aku sendiri juga ga terlalu mengerti dengan benda kecil bernama “perasaan” ini.

****

Saat itu jam mulai menunjukan pukul 11.25 malam, “sebentar lagi” bisikku dalam hati.

Jariku mulai bergerak di layar handphone,

lagi2 aku membuka konsep sms ku,

aku baca2 lagi sms yang sekitar setengah jam lagi akan aku kirimkan.


Aku lihat pesan singkat dari mantanku tadi,

ntah kenapa rasa sakit hati itu belum juga sembuh..

Setelah dia, aku punya 1 mantan lagi yang hanya berjalan 2bulan, dan kami masih jalin komunikasi, walaupun kadang rasa sakit hati aku membuat setiap obrolan kami sangat singkat dan hanya membicarakan hal yang penting2 saja.


Ntah kenapa, kali itu aku berbeda.. yang biasanya acuh, cuek bahkan langsung menghapus, kali ini aku balas sms itu..


“mau mu apa?” kataku

“aku Cuma pengen dekat sama kamu, sebagai apa pun itu” begitu kurang lebih balasan darinya, yang aku juga lupa karna sms itu udah aku hapus sekarang.

“ga puas kau dan keluarga kamu nyakitin aku?? Ingat kamu itu punya adik dan kakak cewek” kataku

Bla.. bla.. bla..



Perdebatan yang cukup panjang menurutku,

rasa benci yang sangat dalam menusuk sangat dalam..

hingga sms yang hampir mengahiri perdebatan itu, yang cukup buat aku agak lama membalas.. aku terdiam dan teringat, mataku mulai berkaca-kaca..


“apa gak ada 1 pun hal baik yang bisa kamu ingat dari aku selama bertahun2 itu??

Kamu ingat gak dulu setiap pulang kerja aku ga pernah pulang Cuma untuk nungguin kamu pulang kuliah.. kalau Cuma niat nyakitin kenapa aku harus serepot itu..

Kamu ingat gak dulu aku pernah tengah malam kerumah walaupun bahaya, Cuma untuk minta maaf, kalau Cuma niat nyakitin kenapa harus segitunya”



Memory ku seolah mundur saat itu,..

Kenangan pait yang lama telah aku lupakan seakan sangat dekat denganku malam itu,..

Mata yang dari tadi berkaca-kaca aku coba tahan..

Ntah itu air mata kebencian atau air mata kesedihan masa lalu..


Masa-masa kami bersama memang indah di awal,..

Banyak pengorbanannya untuk ku..

Dia yang mau menemani aku jalan sama teman2 cewek ku, yang aku yakin gak semua pria mau melakukannya.

Dia juga yang pernah menghadiahi aku handphone yang aku buat hilang dan dia Cuma bilang, gpp.. nanti kalau ada uang kita beli yang baru, yang lebih bagus..

Dulu, kami sering belanja sama2..

Banyak hal yang kami tertawakan bersama..

Pengaduan2 ku juga di responnya secara baik..

Dia selalu jemput aku pulang kuliah (malam)


Tapi itu semua tak cukup kuat menghapus rasa benciku untuknya…

Di hari ulang tahun ku ke-20 aku tau semua kebohongannya,..

Hadiah terindah dari Tuhan menurutku menunjukkan dia siapa..

Beberapa bulan setelah kami putus, kami sempat menjalin hubungan baik sebagai teman..

Tak ada lagi perasaan seperti yang dulu.. semua udah berubah..

Hanya saja, berteman gak ada salahnya.. aku harus bisa maafin dia pikirku saat itu..

Tapi, lagi2 Tuhan menunjukkan dia siapa..

14 februari 2013, dia bilang dia pengen dapat coklat dari aku..

Waktu dimana posisi keuanganku sangat susah karna sedang menyusun Tugas akhir tetap mengiyakan..

Selagi menunggu dosen untuk acc seminar di kampus pusat, aku coba cari minimarket..

Aku coba tanya2 sama orang sekitar situ..

Jauh juga ternyata pikirku sambil berjalan di siang yang sangat panas waktu itu…


Aku buka pintu minimarket itu dengan nafas yang setengah tergesa2 karna kelelahan..

Lelahku berganti waktu mataku tertuju kepada coklat yang dihias bagus yang memang disediakan untuk edisi valentine..

Aku lihat harganya.. sedikit mengerutkn dahi.. karna kalau aku beli, aku mengambil resiko gak makan siang ini.

Tapi itulah aku,.. yang teman2 ku bilang rela korbanin diri sendiri untuk buat orang lain senang…

Lagi pula kami janji jam 11 jumpa, jadi aku tetap bisa makan siang dirumah, pikirku..

Jam sudah nunjukin jam 1 siang saat itu…

Aku bolak balik telfon sms… awalnya gak diangkat sampai ahirnya nomornya gak aktif..

Jam sudah nunjukin jam 5 sore,.. belum juga datang sms nya

Perutku sudah sangat lapar..

Coklat itu juga masih utuh di genggaman ku,..

Perpustakaan kampus itu akan tutup, aku pun memilih untuk pulang..

Aku sms dia


“ kalau mau nipu, jangan gini caranya!!”


Sore itu lagi2 air mataku jatuh untuk orang yang aku anggap gak pantas sama sekali!!

Sejak saat itu, rasa benciku makin dalam…

Sejak saat itu pula aku benar2 usir dia dari hidupku..


.****.


Sudah dua tahun lebih yang lalu kejadian itu, tapi rasa benciku masih sangat dalam…

Ntah benar atau enggak, semalam dia bilang dia tersiksa sama rasa benciku..

Tapi pikiranku saat ini hanya sebatas memori lama untuk dia, selebihnya aku terfokus sama sms yang sekitar 5 menit lagi akan kukirim…


12.58.. aku mulai siap2 dengan tombol kirim di jariku..

12.59.. aku kirim sms itu,.. aku kirim juga gambar birthdaycake tadi ke BM dia..

Terkirim!! bisikku senang…

Sama sekali tidak di bls atau pun di read..

Mungkin dia sudah tidur… atau mungkin dia lagi dapet kejutan dari someone atau teman2 nya..

Ada sedikit kecewa di hati, yang buru2 aku hapus dengan berbisik ke hatiku.. “memangnya aku siapa???”


Perdebatan dengan mantan ku tadipun aku tutup dengan bilang “jangan ganggu aku!!”

Aku hapus semua sms nya,..

Dan memang dia bls lagi, tapi aku gak perduli sama sekali..

Akupun berdoa..

Ntah siapa dia!!!

Malam itu doaku bertambah satu…


“ Ya Tuhan..

terimakasih buat umur yang telah Engkau tambahkan padanya..

berkati dia Tuhan..

jagai dia…

beri dia kebahagiaan”


aku, yang dihari ulang tahunku sendiripun tak pernah berdoa kaya gitu..

yang ultah sendiripun aku malah tidur.

Aku kenapa?? Lagi2 jawaban yang sama.. aku sendiri pun gak ngerti aku kenapa..

.***.

Pagi ini, saat aku menulis ini.. aku lihat hpku…

Balasan sms darinya

Makasi ya de.. katanya

Gak aku balas, karna aku tau itu hanya balasan yang tak diharapkan balasan dariku.

Aku buka jg BM ku, ada pula balasan dr gambar yg aku kirim..

Kadonya mana dek? Katanya..

Gak seperti biasa,.. aku hanya balas.. itu gambarnya kadonya bg jarang2 loh orang aku kirim kaya gitu 

Tentunya balasan itu gak seperti biasanya, walaupun aku tetap berusaha menunjukkan aku baik saja dengan canda kecilku..

Gapapa dek, yang penting doanya… katanya yang gak aku bls..


Ntah ini akan menjadi permulaan menyerah permanenku atau bagaimana..

Karna bukan hanya sekali aku janji nyerah ke dia…

Berkali2.. tapi lagi2 gagal..





Beberapa hari lagi aku memasuki bangku kuliah, yang aku harap bisa mempercepat proses move up ku..

Semoga saja…


Sekarang, jam nunjukin jam 12.26

Mamaku yang sejak tadi berulang2 sms untuk aku mempersiapkan berkas pendaftaran tes CPNS yang besok adalah hari terahir.


Oke. Semoga nasip berpihak ke aku..

Semoga lulus

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates