" Mungkin kau perlu mulai belajar berteman dengan wanita untuk tahu apa yang harus kau lakukan sekarang. Wanita yang punya cerita mirip denganmu. " -Agus-
*****
Panggil saja aku "biy" wanita yang tak terlalu suka berteman dekat dengan wanita lain.
Bagiku, berteman dengan wanita itu ribet!
mood2an.
apalagi kalau lagi PMS... huft!!!
berbeda dengan mereka para pria.
bagiku mereka lebih simpel, omongan mereka masuk akal, realistis, kalau lagi ribut ya udah ditumpahin semua saat itu juga terus temenan lagi deh.
bukan kaya wanita, yang kita harus jadi dukun buat tahu dia kenapa dalam diam nya.
tapi ga bisa disangkal, aku adalah seorang wanita.
wanita yang saat ini teman dekat wanitanya cuma satu, "kina".
belajar untuk mulai berteman dengan wanita lain mungkin adalah rekomendasi tips kesekian untuk problem hati yang mulai lelah mereka dengar.
******
Wanita yang aku kenal sekitar 2 bulan lalu di kampus baru ku.
Perkenalan yang lucu menurutku, kami ternyata sama-sama anti chines.
Rabu malam itu aku akan memasuki kelas baru yang ketakutan terbesarku adalah mayoritas chines.
benar saja, aku berjalan pelan menuju kelas itu, jantungku berdetak tak beraturan.
memang benar, masih ada rasa trauma besar di dalam diriku kepada mereka chines atas perlakuan yang tak enak semasa SMA dulu.
kaki ku telah sampai di depan pintu kelas itu, 7PAPA ruang 307
Mataku menjelajahi setiap sisi kelas itu, kulihat semua bermata cipit berkulit putih
rasanya aku melihat raksasa besar yang siap mengunyah ku hidup-hidup saat itu.
Aku tak punya tekad ekstra untuk terlalu banyak mengambil langkah dikelas menyeramkan itu.
Aku memutuskan untuk duduk dibangku paling depan saja, sungguh itu sangat memicu adrenalin.
tak seperti kelas lain yang telah aku masuki, yang saat aku duduk mereka akan mulai mendekat lalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan ribet kepada ku "anak baru ya?" "semester berapa?"
Kelas ini berbeda, mereka sibuk dengan gadged dan cerita antar mereka.
aku hanya terdiam kaku di bangku ku saat itu, sampai dosen Praktik pajak - Thomas masuk.
Kabar buruknya dosen berparas ganteng itu pun chines, mungkin phobia ku tak berlaku untuk dosen cakep satu ini. hahahahaha
Jantungku mulai berdetak normal, pembawaan dosen cakep itu menetralkan semuanya.
Dia hanya menjelaskan tentang tugas yang akan diberikannya 100 lembar.
"Ini orang lugu apa gimana sih, ngasi tugas sebanyak itu mukanya biasa aja, ga ada rasa berdosa sedikitpun" gerutuku dalam hati.
Ahirnya absen sampai pada giliranku, ya.. karna aku yang berada paling sudut dan paling depan.
ku cek semua nama mahasiswa di kelas itu sekitar 40 orang, tak satu pun marga yang aku kenali.
sampai mataku tertuju pada satu nama paling bawah...
sama denganku, dia baru masuk 1 kali dikelas itu.
sama juga dengan ku, dia belum memiliki NIM. miris.
Dewi, dengan marga simalungun di belakangnya
saat itu aku merasa seperti ada sekelompok merpati turun dari surga menyelamatkan aku dari neraka.
Dosen meninggalkan kelas, masih harus melewati 1 mata kuliah lagi dikelas ini setelah istrahat, Pajak Internasional - Edi
Ingin rasanya aku mencari wanita bernama dewi itu, tapi tekad ku tak cukup banyak untuk menoleh ke arah belakang.
mengerikan melihat kelompok bermata sipit itu seperti akan mengujahku hidup-hidup.
Dosen kedua masuk, aku masih kaku di tempat duduk ku yang mulai terasa panas.
Sedikit kabar baik, dosen yang ini bukan chines.
mata kuliah yang dibawakan juga tak terlalu berat, hanya sedikit kebingungan karna memang Pajak bukan ahli ku. internasional pula. aku benar2 di bawah tekanan saat itu.
Entah mendapat wangsit dari mana pihak kampus menempatkan ku peminatan Pajak, kata mereka kalau aku mengambil peminatan Akuntansi aku harus mengulang sekitar 3 tahun. ya sudahlah.
sedikit membingungkan, tapi ahirnya selesai juga.
aku sengaja pura2 lama membereskan peralatan tulis ku, untuk melihat mereka yang lewat menuju pintu keluar.
uyeeeeee!!!! mata ku tertuju pada wanita tak sipit. pasti itu dia. aku yakin.
sedikit tenang aku ikuti dia.
ku lihat dia duduk di bangku tunggu lantai dasar area parkiran.
aku tahu ayahku telah menunggu di parkiran, tapi aku memutuskan untuk memastikan itu Dewi.
aku berjalan kearah tempt duduknya.
"hi.. kamu yang tadi di kelas 7PAPA kan?? boleh pinjam catatan praktek pajak gak?? aku baru masuk.." ucapku yang sebenarnya hanya basa basi
"aku ga punya, aku juga baru masuk.. aku anak transfer" jawabnya lembut.
"ohya..?? sama dong kalau gitu.. ngulang berapa SKS??" bla bla bla
tak butuh banyak waktu, seolah kami teman lama yang baru ketemu.
yang ahirnya bertukar PIN BBM.
Semakin hari, kami semakin akrab.. ditambah bebarapa mata kuliah kami yang sama, dan kami memutuskan untuk mengambil kelas yang sama.
wanita ini aneh. dia lembut tapi realistis. sama dengan ku.
dia terkesan cuek, tapi sangat peduli.
dan hal yang paling mirip adalah kami mahasiswi yang sering mengenakan rok di kampus itu.
entahlah. bagiku kampus baru ini sedikit asing.
mahasiswi dengan puntung rokok dijarinya,memanggil orang dengan nama binantang bukan barang asing disini. berpakaian semaunya.
entah kami yang ketinggalan zaman atau bagaimana.
kami selalu tampil dengan kemaja atau blouse, aku yang lebih sering dengan rok panjang dewi rok selutut, rambut kami yang terikat, dengan tas ransel di punggung kami.
kami sering makan siang bahkan sarapan bareng, awalnya kami hanya membahas tentang pendapat kami yang sama, cara pandang kami yang sama, membicarakan tentang sesama teman transfer pria yang aneh. haha
sampai pelan-pelan kami mulai membuka sisi prifasi kami.
kami punya cerita yang sama.
"dewi jomblo juga ya??" entah topik apa yang sedang kami bahas siang itu sepulang kuliah menuju persimpangan yang akan angkot kami lewati.
"iya biy.. kau jugak??"
"iya, udah berapa lama wi jomblonya" tanyaku sembarang
sedikit berpikir, mungkin wanita ini telah lupa kapan terahir kali dia di pangil sayang hahahaa
"3 tahun biy, kau??"
"haaaa??? betah betul wi.." sedikit tersentak tahu diri " eh.. aku sok bilang lama.. aku juga jomblonya uda 3 tahun ini" jawabku sambil ketawa.
"hahahaha... mungkin aku yang salah.. dulu terlalu pakai hati" jawabnya pelan.
"kalau kau, pacar mu kemana??" tanya nya lagi mencairkan suasana yang sempat hening di keramaian jalan itu.
"meninggal wi.." jawabku sambil mengarah senyum kearahnya.
"ah... jangan becanda kaya gitu biy" katanya tak yakin.
" iya, aku serius. dia udah meninggal. tapi dia meninggal setelah kami putus. biarlah. lebih baik juga kaya gitu. jadi aku gak terlalu lama jadi cewek bodoh yang diselingkuhi tapi cuma bisa sabar" kataku sambil tertawa maksa.
siang itu menjadi awal cerita kami yang lebih prifasi.
kemarin siang, selasa. seperti biasa, selasa adalah hari dimana dewi seolah menjadi OB teladan di kampus, masuk pagi2 pulang malam untuk mendapat hari libur jumat sampai senin.
siang itu, kantin dekat kampus di razia. kawasan kampus kami memang kawasan pemerintahan. tak ada tempat makan normal disekitar sini. hanya ada cafe2 yang sepertinya bukan tempat yang cocok menurut kami.
ahirnya kami memutuskan untuk makan di KFC sekitar 2km dari kampus.
sebenarnya dewi ada masuk lagi jam 1, tapi malas katanya. hahahaha
aku juga yang dirumah tak ada teman, malas untuk pulang secepat itu.
4 jam kami bercerita... kami punya cerita yang sama.
kami berdiri di satu hati yang tak dapat kami miliki.
kami adalah wanita yang bersikap bodoh karna hati yang salah itu.
saat itu satu hal yang aku tahu... aku normal.
ada wanita lain yang seperti aku. sebodoh aku.
Dewi sama dengan ku...
menyimpan foto pria yang salah itu lalu menatapnya berjam-jam
meminta teman menghubungi pria itu hanya untuk dengar dia bilang "hallo"
sakit perut saat tahu dia disekitar ku
masang PM yang aku fikir dia akan perduli.
masang DP pria lain yang aku fikir dia akan bertanya
menahan hati untuk tak menghubungi, berfikir dia akan mencari..
berilusi dia berada disekitar ku, padahal aku tahu dia jauh disana berkomitmen untuk melupakan karna sadar telah menjadi wanita bodoh terlalu lama, lalu berbalik arah hanya dengan sapaan kecil lewat media sosial
ya... kami 2 wanita bodoh, yang sedang berusaha move up!! berusahan meninggalkan tempat yang kami tahu salah..
tapi.. percayalah, ini tak semudah yang kau kira senja...
1000 pria terbaik pun tak mampu mengalahkan pria istimewa itu.
jangan tanya kenapa. kami tak tahu. lagi2 ini bukan 1+1=2
ya... Dewi wanita yang belum move up selama 3 tahun.
Dewi wanita yang masih berusaha belajar membuka hati
Dewi wanita yang punya cerita sama denganku.
Dewi berada di hati mantan nya, hati yang dia kenali sebelumnya.
dan aku berada di hati orang yang suaranya pun aku sendiri tak tahu. ya... Aku lebih bodoh.
*Kina*
Satu-satunya wanita yang dekat dengan ku, walau kami punya pribadi yang tak terlalu sama.
bukannya untuk menjadi pribadi yang baik, kita harus punya teman tukar pendapat.
sempat salut dengan teman ku ini. pacaran kurang lebih 7 tahun.
sempat terheran-heran bagaimana dia melakukannya, karna dia juga sering cerita tentang pacarnya yang suka selingkuh.
ya... kina juga wanita bodoh.
bodoh karna cinta. bertahan selama itu untuk orang yang salah.
sampai aku dengar mereka putus, pasti sakit sekali rasanya.
tapi.. kina mengajarkan ku satu hal..
nikmati proses sakitmu!!
6 bulan berlalu, kina menemukan orang baru.
Bayu namanya.
pria yang aku yakini mampu membahagiakan sahabatku.
meskipun harus LDR..
pernah aku nanya dalam hati, kenapa kina bisa secepat itu berpindah.. dan aku masih tetap berada di tempat yang sama. yang aku tahu salah.
mungkin kina juga telah merasa lelah dengan cerita ku tentang nya yang maju mundur tapi tak juga cantik :D
seperti andri, yang saat aku bilang " aku pengen cerita, cerita tentang orang yang sama"
dia langsung bilang "lalap!!" yang artinya tak berubah dengan nada seperti bosan.
ya.. itulah pria.
mereka tak terlalu paham dengan hal-hal seperti ini
saat ini kina sudah bisa bersikap biasa pada mantannya yang aku rasa pantas untuk dipanggang itu.
dia sudah move up.
bayu yang melakukannya.
lalu... kapan bayu biy akan datang??
kenapa aku tak juga bosan seperti teman2 ku yang berkata "sudahlah biy"
mungkin aku hanya belum menikmati prosesnya..
tapi... aku telah berusaha menyibukkan diri
tetap saja pikiranku tertinggal disana..
aku berharap, tips yang kesekian ini dapat membantuku.
mungkin dengan berbagi pada wanita lain dapat mengispirasiku.
mungkin.
---------------------------------------------------------------------







0 komentar:
Posting Komentar