RSS

Arrggghhhh


Dasar mantan nyebelin!!!!
Gatau diri x yah udah punya pacar!!
Ngapain sih bertingkah gak jelas gitu??
Kira lucu apa??
Gak!!!
Nyebelin!!!!!
Kenapa sih gak berenti ganggu hidup ku!!!
Move on sana!!!!

Kira karna aku ketawa aku senang gitu??
Aku ngerespon gitu??
HElllooooooowwwwwwwwwwwww
Arrrghhhhh
Aku marah…

Tanpa nyari2 celah aja orang2 bakal nge bully
Nah tuh orang malah nyari celah supaya di bahas
Norak!!!

Kemarin2 sih nih ya.. aku ngerasa bersalah aja karena sempat jadiin itu orang pelarian.
Tapi.. Makin kesini makin nyebelin ya tuh orang.
Gak jelas pa aku terang2an bilang aku gak pernah punya perasaan ke dia.
Ga jelas apa aku terang2an bilang siapa orang yang aku cinta ke dia??
Dan karena orang itu sekarang ada disini kau mau ngacauin gitu??
Bego!!
Tanpa kau kacauin juga dia gak bakal pernah suka ke aku.
Puas2in aja nguji kesabaran aku.
Lagi juga mau bilangin kau sampe mulut berbuih juga kau ga bakal ngerti.
Terserah!!!!!!!

Tak Berjudul 2

Ini malam minggu, yang sebenarnya lebih nyaman aku sebut sabtu malam.
Tak beda dengan malam minggu dua bulan terakhir. Tanpa canda nya. Sunyi.
Sebenarnya ada undangan natal malam ini. Cuma karena badan ku yang terlalu di porsir seminggu ini, aku memilih untuk beristirahat di rumah.
Ya… melewati malam minggu bersama si-senja.
Perihku mala mini sedikit berkurang. Resep jitu adalah aku curhat pada Tuhan.
Dia seolah mengobati luka-luka itu, meski masih terasa sedikit pilu.
Mungkin ini saat yang tepat untuk aku bercerita pada mu senja. Aku sedikit lebih baik malam ini. Aku sanggup untuk bercerita.


Malam itu, 24 Desember. Tuhan mempertemukan aku secara langsung dengan orang yang selama ini sering aku pandangi hanya lewat layar datar.
Ia… orang yang buat aku bolak balik ke kamar mandi saat menceritakannya pada dewi di kost. Lalu dia tertawa dan bilang “Bili.. bili… masih nyeritain aja kau udah segerogi ini, aku ga berani bayangin kalau kau ketemu langsung.”
Ia.. orang yang buat aku setahun lebih bolak balik cerita ke kina mau nyerah tapi kembali lagi dan kina bilang “jangan bodoh Bili!”

Ntah apa yang Tuhan mau. Aku tak paham.
Awalnya Tuhan seolah memberi signal pada ku untuk melupakan. Untuk move up.
Bukan hal gampang yang harus aku jalani.
Itu sulit.. sangat sulit.
Menahan perasaan ku sendiri.
Tapi saat aku mulai bisa, Tuhan malah mempertemukan secara langsung.
Malam itu berulang-ulang aku cubit tangan ku sendiri.
Entah ini mimpi atau apa.
Yang aku fikir kepulangannya hanya bercanda seperti yang sering kami lakukan.
Tapi ini nyata.

Ya… aku melihatnya.
Ya.. aku menyentuh tangannya.
Aku dengar suaranya.
Aku lihat senyumnya.
Dia nyata senja… dia nyata…

Entah apa yang aku rasakan saat itu. Aku tak paham.
Pertemuan itu merusak semua tekad, usaha yang susah payah aku lakukan.
Semua kembali ke 0. Bahkan minus mungkin.

Benar-benar malam yang kacau menurutku.
Dewi dan kina bolak balik menghubungi malam itu.
Aku tahu, mereka akan kecewa padaku, pada sikap ku malam itu.
Sama halnya dengan ku.
Saat ku ceritakan pada kina, dia marah. Jelas sekali ekspresi kecewa mereka.
Maafkan aku sahabat ku..
Percayalah, ini tak semudah yang kalian kira.
Ini rumit!!!
_____________________________________________________________________________________________
Beberapa hari ini aku intens bertemu dengannya.
Binggung harus apa.
Aku tak mampu mengenali diri ku.
Untuk melihat dia saja aku tak berani.
Entah ini petaka atau bonus kecil.
Dia mengantar ku pulang sore itu.
Ada apa dengan ku??
Bukannya selama ini juga aku biasa di antar pulang??
Kenapa berbeda saat dia yg lakukan?
Mengumpulkan segudang keberanian. Aku membuka percakapan. Hanya di jawab hemat.
Yah.. mungkin dia masih kesal fikir ku.
Ya.. aku sendiri saja masih kesal sama diriku.
Malam nya, aku kirim pesan. Hanya di bls :D
Yah.. Mungkin aku tak di anggap lagi fikir ku.
Air hangat itu menetes lagi.
Ah… Aku kuat aku kuat teriak ku dihati.
Aku matikan lampu kamar ku.
Aku mencoba untuk tidur.
Tapi hati adalah hati.
Aku biarkan dia keluar. Semampunya. Sepuasnya.
Lalu aku tertidur.

Siang tadi, ibuku mendesak ku menghadiri pemakaman teman gereja ku.
Tanpa didesak pun harusnya aku disana.
Abang itu baik padaku.
Tapi, aku takut. Aku tahu dia pasti disana.
Ah.. cemen!!! Bentak ku pada diri sendiri.
Aku bereskan rumahku. Aku harus semangat.
Lalu aku pergi ke acara adat pemakaman itu.
Yah.. benar. Dia disana.
Berbeda.. aku sedikit bisa mengontrol hatiku.
Ya.. lagi2 aku percaya ini pekerjaan Tuhan.
Dia sembuhkan luka ku.
Sampai di malam ini, seseorang teman gereja ku nge-chat.
Dia menawariku pekerjaan sebagai adm.
Mungkin ini juga pekerjaan Nya.
Dia ingin aku menyibukkan diri mungkin.
Walaupun saat ini rasanya badan ku ingin aku belah jadi 10 bagian. Hahaha
Belakangan dia baik, entah karena apa.
Tapi.. masih sama seperti setahun ini.
Posisi orang itu belum juga terganti.
Entah aku sedang menunggu apa.
Tanpa fikir panjang aku langsung jawab “TIDAK” setiap di tawari teman berkenalan dengan pria lain.
Mereka ingin aku move up.

Mungkin aku harus lebih banyak belajar. Belajar membuka hati.
Dia itu hanya sekedar cinta pertama ku.
Dia tak berhak buat hidupku menjadi buruk.
Dia tak semestinya membuat ku serapuh ini.
Kau harus kuat bili.. harus.
Kau punya Tuhan.
Tuhan yang punya rencana indah untuk mu.

surat untuk senja


Ntah seharusnya hal ini harus ku tulis atau tidak...
aku tak terlalu paham...
apa kau masih betah mendengarnya senja?
tidakkah kau

 bosan?

Aku lelah senja,
aku lelah berjanji untuk tak menulis tentangnya lagi.
aku lelah berjanji menyerah..
kapan senja bisa ku tepati janji ku.

Senja, bolehkan sejenak kau tanyakan pada Tuhan,,

apa yang Dia mau dariku?
jujur.. aku mulai lelah senja

Bukannya Dia bisa meredam rasa grogiku.
Bukannya seharusnya Dia bisa mengontrol saltingku.
Bukannya bisa kan senja??
Tapi kenapa??
Kenapa gak Dia lakukan senja?
Kenapa Dia diam dan membiarkan aku malu terhadap sikap ku sendiri??

Bukannya Dia bisa menghapus perasaan aku ke Dia?
dan disaat aku benar2 berjuang..
berjuang untuk menghapus perasaan ku, belajar iklas, memutus komunikasi, berperang dengan rindu ku, bersahabat dengan sedihku..
Kenapa Tuhan malah hadirkan dia langsung di depan mataku??
aku tak cukup mengerti senja...

Apa yang Tuhan mau..???

Aku tahu Dia pasti punya rencana untukku.
Tapi apa??

Senja..
Aku harus apa??

Menghilang lagi??
Apa aku sepecundang itu senja hanya untuk cinta pertama ku..?
Mendekat??
apa aku se-tak tahu diri itu??
aku bingung senja!!!!
bukannya ini hanya masalah kecil yang menjadi sulit saat berada di aku??

Senja..
Apa bisa kau rasakan apa yang aku rasakan??
Perih..

Aku lelah senja...
Ingin teriak
tapi aku takut di lempar tetangga...
Hahaha

Aku bersyukur masih bisa tertawa..
Aku masih punya banyak sukacita
Masih banyak hal yang dapat aku syukuri.
Hidupku tak terlalu buruk hanya karena masalah hati yang satu ini.
Aku hanya butuh iman kan senja???

Selalu ayahku berkata
"Tuhan punya rencana atas setiap air mataku..."
Sekalipun dia tak pernah tahu apa yang sedang aku tangisi
tapi itu cukup menguatkan aku
juga malam ini.
Berkat luar biasa yang aku dapati dalam hidupku adalah, memiliki ayah luar biasa.
Dia tak perlu tahu apa masalahku, apa yang sedang aku tangisi
tapi dia mampu membuat aku kuat.
menghapus air mata ku sendiri.
Lalu tersenyum seolah semua baik. seolah hati ku baik.
Ya... aku tahu, dia juga sering melakukan hal yang sama.

Senja...
Kalau aku tua nanti..
apakah aku masih akan menulis disini?
apakah aku masih menulis tentang dia??

Senja..
ini benar2 sakit.
Bertahun aku berdiri disini tanpa tahu apa yang sedang aku tunggu.
Bertahun aku disini menjadi si bodoh!
Sampai kapan..?
Pertanyaan yang cukup lelah aku dengarkan dari sahabat2 ku.
yang aku tahu mereka cukup lelah mendengar aku bercerita tentang orang yang sama terus.

Hari ini.. waktu terasa panjang.
Ya... kami berada di tempat yang sama dalam waktu yang menurut ku lama.
Masih bersama perasaan yang tak mampu aku mengerti itu.
aku mencoba melawan..
Tapi aku masih tak bisa.

Malam ini, aku mengalahkan janjiku.
Ya aku menghubungi dia lagi..
kau tahu senja..?
Dia hanya bls sekedar.
Ah.. bukan untuk yang pertama kali tentunya.
Bukannya kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan adalah mencintai pria yang berpacar? dia.
lalu mencari pelampiasan yang aku fikir mampu hapus perasaan ku untuk dia?

Aku pilu senja.
Senja haruskah dia tahu tentang semua ini?
Tapi untuk apa???
Semua orang mendesak ku mengenalkan mu padanya senja.
untuk apa??
tulisan berbasa garing ini?
curhatan gadis bodoh yang hanya nyaman berbinjang dengan blognya walaupun tanpa jawaban?
untuk apa dia tahu senja untuk apa???
kau fikir aku bermaksud memiliki dia?
tidak.
aku tidak se egois itu.
Dia hanyalah sekedar cinta pertama ku.
cinta yang tak dapat aku pahami kenapa?
bukankah ini seperti cinta ibu kepada janin yang belum dikenalinya?
ah.. aku tak cukup paham.

Selamat malam senja.
Sampaikan perasaan ku pada Tuhan.

Wanita adalah Wanita (2)


Mulai berteman baik dengan wanita.
ya hariku sedikit menjadi lebih baik sepertinya.
Wanita yang dapat aku peluk saat aku rapuh.
Wanita yang dapat mengerti cerita tentang hati.
yang buat aku sadar bahwa aku normal.
Aku normal dalam mencintai, sedikit tak normal mencintai objek yang aku tak tahu siapa.


Oh ya..
Dewi..
Dia udah move on loh...
Senang.. pasti.
Wanita selama 3 tahun tak move on itu ahirnya tersenyum karena baca pesan dari seorang pria.
Wanita itu ahirnya ceria menerima telfon dari pria itu..

Aku dapat menangis sesuka ku tanpa mereka bilang, "cengeng!!" "cemen!" seperti teman pria ku.

Aku mendapat spirit positif dan ini semua cukup membantu proses move on ku.

aku menjadi lebih baik sekarang.
Menjadi lebih positif.

Terimakasih agus, ide mu cemerlang.

Semoga tak ada lagi alasan aku untuk kembali ke hati yang ku tahu salah.

Maaf


Maaf, jika hati saya masih tertinggal disana.
Saya sudah berusaha dan sedang berada di fase nyaris menyerah.
Tak perlu repot-repot untuk menjaganya.
Cukup maafkan saya.

Saya terlalu paham tentang hati yang hanya dipilih.
Saya hanya tak paham kenapa harus tertinggal disana.
Pada seseorang yang tak aku tahu bentuknya.
Yang berhasil membutakan aku.
Membuat jantung ku berdegup kencang hanya saat lihat fotonya.
Yang riang saat menerima pesan singkatnya.

Tak perlu menjaganya.
Biarkan saja dia disitu.
Sampai dia lelah.
Lelah entah karena apa.
Karena dia pun tak tahu apa yang sedang dia nantikan disana.
Diahir ini, kembali aku katakan..
"maafkan saya..."

Selamat Pagi


Selamat pagi sang rindu yang tak juga berbalas
cinta yang tak juga terjemah

Selamat pagi hai para Tugas-tugas biadab.
yang berhasil membuat aku bangun sepagi ini dan baru tidur jam 2 pagi tadi.

Selamat pagi setiap mata yang membaca tulisan ini.
terimakasih, telah mendengar tanpa aku minta.
terimakasih telah memeluk tanpa aku rasa.

Selamat pagi hai para deadline yang tak bisa di ajak kompromi.
yang membuat rasanya aku ingin mebelah diri ku menjadi 10 pagi ini.

Selamat pogi orang-orang yang aku lihat dari spion sedang asik menusuki ku dari belakang.
marah??
hahaha
tidak.
percayalah.. aku akan pura-pura tak tahu..
aku tak ingin kamu malu.
biarlah waktu menjawab siapa aku dan siapa kamu.

aku tak perlu sibuk menjelaskan siapa aku.
sibuk berusaha mendengar apa yang kamu katakan pada dia tentang aku.
tak perlu..
sama sekali tak perlu.
kau tak percaya???
kau anggap aku lemah atau bodoh??
tidak.
aku hanya mempunyai sesuatu yang lebih besar dari mulut mu.
Allah ku.

Terkadang aku heran, kenapa terlalu banyak orang yang menusuki ku.
orang-orang yang bersikap manis di depan ku.
apa yang kalian dapatkan??
darahku??
ah.. jangan bergurau.
aku percaya kalian bukan vampire.
lalu apa??
aku tak cukup mengerti tentang cara pandang kalian menjalani hidup.

aku telah melewati fase ini jauh sebelum kau melakukannya.
marah?? iya aku pernah marah. kemudian aku menyesal.
berusaha menjelaskan kepada orang lain siapa aku akan mempercantik cerita rekayasa mu tentang ku bukan??
atau malah menguras tenaga dan fikiran ku?? yang aku rasa lebih baik aku gunakan untuk menulis.

jadi, apakah kau masih yakin aku akan marah???
Hahahaha... aku tersenyum geli.

aku terlalu sibuk dengan orang-orang yang mencintai aku ; sahabatku, keluargaku, dunia ku, puisiku.
aku tak punya cukup waktu untuk menoleh dan mencampuri pisaumu.

Tusuklah sebanyak yang kau mau.
Aku tetap mengasihi mu.
Aku tetap mendoakan mu.
Ya.. aku selalu begitu.
munafik??

ah.. aku cuma bisa tertawa kecil.
aku terlalu banyak belajar tentang "pembalasan".
tapi hanya mendapati 1 note kecil dari semua pelajaran itu.
pembalasan terbaik adalah mendoakan.

bahagialah kamu yang berada dibelakangku.
yang sedang asik menancapkan pisaumu. lalu datang ke arahku membawa madu.
terimakasih.
kau mengingatkan ku pada pelajaran yang aku hampir lupa.
"rambut sama hitam, hati siapa tau"
hahahaha
ya... aku hampir lupa tentang ini.
sampai aku pernah mempercayakan semua ceritaku.

menyesal? mungkin.
tapi bukankah yang terkejam di dunia ini adalah ucapan.
tak perduli siapa kita.
kita tak dapat memungut yang telah kita lemparkan.

rahasiamu?? pribadimu?? ceritamu??
hahahaha kali ini aku tertawa lepas.
tenanglah.
Aku berbeda dengan mu.

-biy-

Aku..


Siapa aku??
Bagaimana pribadi ku??
pertanyaan yang sulit aku jawab.
Namun, aku adalah apa adanya yang kalian lihat, apa yang kalian baca, dan apa yang belum kalian pahami.

Aku wanita di bawah kategori biasa. menurutku.
sedikit aneh mungkin bagi mereka yang tak kenal.

coba lihat style ku.
lihat aku dari depan.
blouse feminim dengan rok sedikit centil.
tapi coba lihat dari belakang, aku menggunakan ransel.
bisa tebak bagaimana aku??
Hahaha
aku saja tidak.

Ya... aku suka style feminim, sedikit sentuhan centil entah itu ornamen pita atau warna2 pastel. aku suka.
dari segi ini mungkin orang akan menganggap aku feminim.

tapi, tunggu dulu..

aku tak suka sesuatu yang ribet.
 menenteng tas seperti wanita feminim pada umumnya?? ah.. aku tidak.
aku memilih ransel.
tas yang membebaskan tangan ku mrlakukan apa saja.

novel ditangan kiri ku, hanphone di saku kanan ku.

aku tak terlalu suka dengan keramaian. tapi aku mencintai kebersamaan.
aku menikmati pershabatan.

aku tak terlalu suka dengan pesta. tapi aku pemuja tawa.
bagiku, dapat tertawa lepas dan membuat orang lain tertawa itu amazing.
tapi, mampu tertawa saat hati luka itu mahal. bagiku.

sahabat??
aku punya beberapa.
kina, jo, jeje, andri, . wahyu.
ah... dia tetap sahabatku walau kami beda dunia saat ini.

dewi.. saat ini dia sedang menjali masa training. hahaha
ya.. kami baru kenal sekitar 2 bulan.

hera.. sahabat ku dari SMP.

persahabatan itu bukan tentang seberapa lama menurutku.

persahabatan lebih dari Amazing.

Dia tak akan tertawa saat kau menangis.
Dia tak perduli kekuranganmu, dia tetap menjadi sahabatmu.
Menertawakan hal-hal bodoh.
tak perduli dunia berpendapat apa tentangmu, baginya kau istimewa.
tak harus punya kesamaan, tapi kalian indah dengan perbedaan.

ya.. aku pencinta PERSAHABATAN.

Musuh??
Aku tak punya.
Tapi aku tak berhak menghakimi mereka yang datang lalu menusuki ku tanpa ku tahu kenapa.
 Aku hanya diam tentang hal ini.
Tak apa di anggap pecundang menurutku.
Aku tak punya bakat seperti mereka.

 Tapi, entah aku ini siapa
kesayangan Tuhankah??
dalam diam aku melihat mereka tercucuk pisaunya sendiri
terbelah-belah entah menjadi berapa potong
karena itu, aku bertahan diam sampai sekarang untuk hal ini.
Terserah orang lain ingin mencelakaiku, melukai ku
aku tak perduli
aku terlalu banyak belajar tentang ini
Teman SMA ku, beberapa wanita di bangku kuliahku, manager ku.
Aku mengasihi mereka.
Aku tak lagi banyak ingat luka jenis apa yg mereka gores padaku
Aku hanya merasa sedikit pilu kalau harus mengingat masa bersama mereka.


aku benci di kekang. aku suka kebebasan.
aku lebih nyaman dengan kata menuruti dibanding mengikuti.
aku tergolong orang yang penurut bagi orang-orang tertentu.
orang tua ku, dia.
tapi.. jangan salah..
mungkin aku adalah orang yang paling keras di kelompok sahabatku.
Kalau gak suka, ya udah. Aku gak perduli.

Aku benci hidup model drama.
orang-orang yang hidup dengan model ini tak akan pernah bisa singkron dengan ku.
Entahlah.. aku selalu memiliki chemistry tertentu dngan orang-orang baru.
 mereka yang baru aku kenal lalu langsung terasa nyaman, akan menjadi teman dekatku.
yang bisa dipastikan orang itu bukan manusia bermodel drama.

usia??
hmm.. sedikit mengganjal kalau membahas hal yang ini.
aku wanita 22 tahun.

menikah??
Hahaha.. ya aku sedikit bosan dengan pertanyaan ini.
Namun, tak dapat lari dari realita.
Aku JOMBLO.
mengatasnamakan Jomblo Elit itu style ku. Hahahaha

3 tahun lebih menyandang status sendiri,. banyak orang bertanya kenapa..
mungkin aku terlalu asik menikmati kesendirian bersama sahabat2ku.. atau mungkin hanya sekedar masalah hati.
ah.. aku sedikit ribet kalau dibidang hati.
hampir 3 tahun pacaran lalu putus demi kebaikan berdua, mungkin sedikit luka kecil penyebab kesendirian ku.
ya... setidaknya sampai setahun lalu..
sampai aku menemukan seseorang yang buat aku berkata di doa ku "Tuhan.. aku mau dia"

pacaran??
ah.. tidak.
kami hanya teman di bawah standart biasa.
aku tak tahu siapa dia, bagaimana suaranya
aku sama sekali tak tahu..

lalu bagaimana bisa dia hadir disetiap doaku??
entahlah. Mungkin Tuhan pun bosan dengan pertanyaanku yang 1 itu.

hahaha
aku hanya sedang menahan rindu untuknya  sekarang

iya.. menahan..
karena aku tahu tak pantas untuk di lepas bebas


Mimpi?
Mungkin aku termasuk wanita yang punya mimpi aneh.

Punya suami yang takut akan Tuhan, mencintaiku dan anak2 ku secara luar biasa..
Satu anak perempuan dan satu anak laki2
Rumah  mungil bagi kami berempat dengan taman kecil di depan nya.
Ruang tamu yang cukup untuk dapat berkumpul bersama suami, anak, orang tua, mertua,adik dan ipar ku dengan sofa kesayangn ku.
Mobil kecil untuk mengunjungi orang tua dan mertua ku...
Dapat diperlakukan seperti anak sendiri oleh mertua
Dianggap saudara oleh ipar
Kalau weekend tiba kami akan menghabiskan waktu untuk sekedar berenang atau bersepeda.
Aku akan membuatkan mereka bertiga makanan kesukaannya, lalu mereka memeluk menciumi pipi ku dengan bibirnya yg kotor krn lahap menyantap makanan yg aku buatkan
Punya tabungan kecil untuk mengangkat anak-anak ku ke universitas terbaik.
Punya sedikit tabungan untuk liburan berempat di ahir tahun.
Kami bernyanyi nyanyi di malam natal
Kalau malam minggu datang, aku dan suami ku akan duduk di taman kecil kami.
menceritakan keajaiban Tuhan kami dipertemukan.
 Kalau kami bertengkar, aku akan memonyongkan bibirku lalu dia pun tertawa..
Menjadi terang bagi anak dan suami
Hidup bersama dia di dalam Tuhan
Sampai kami akan sama2 keriput, rambut kami kusam
Saling berebut menggendeng cucu..
Sampai kami pikun dan hanya dia yang aku ingat
Sampai kami lelah tertawa dan kami kembali ke sutradara.

Aneh... namun itulah mimpi terbesarku.
aku terlalu lelah menjadi anak yg menangis karena orang tuaku yang cekcok
iya, aku nyaris broken home.

Saat itu usiaku masih sekitar 5 tahun mungkin.
Anak kecil yg akan minta coklat di ulang tahunnya
berbeda denganku.. aku hanya minta orang tua ku harmonis pada Tuhan..

aku terlalu lelah mendengar ibuku menangis karena perlakuan mertua dan iparnya.

aku lelah mendengar mimpi ibuku ingin berlibur bersama

sekarang semua membaik, bisa jadi tabungan doa ku sudah cukup menebus keharmonisan orang tua ku pada Tuhan.

3 atau  4 tahun lalu menjadi pertengkaran terahir mereka.
Saat aku sakit parah hanya karena "lelah"


Aku tak terlalu suka dengan kata2 keluhan.
Ingin mati hanya karena diputuskan pacar??
ah.. ingin ku suruh orang itu bertukar hidup dengan ku sebentar.

Aku bahkan lupa karena apa terahir kali aku menangis.
Ya, aku selalu memintanya pada Tuhan.
aku tak ingin memperlakukan diriku seperti orang tersial.
Aku istimewa.

ini aku, panggil biy, wanita sang pencoret senja.

Lelah

Hancur?? Berantakan??
Hahahaha iya.. aku sedang berada di posisi itu
Entah karena apa
yang ku tahu, yang salah cuma aku. cuma aku.

Kuliah ku berantakan.

Ada rasa takut di diriku.
tapi, aku tetap saja seperti ini.
melakukan kesalahan yang sama.
Tugas-tugas menumpuk.
Entah cara ku yang terlalu santai atau terlalu banyak target yang aku tetapkan.
Aku termasuk type yang agresif soal kuliah. sebenarnya.
Setiap tugas aku pastikan mendapat nilai terbaik.
Ya, aku telah terbiasa dengan hidup ber-target.

Lelah??
pasti.
Tapi, ada kepuasan yang tak dapat di nilai dengan apa pun saat aku mencapai target yang aku buat.

sekarang??
entahlah. aku tak mengerti.
aku sampai lupa kapan terahir kali aku sibuk dengan tugas kuliah ku.

" jangan terlalu mikirin kerjaan disini, pikirin juga kuliah kamu" -nico-.
" kapan lagi kamu belajar kalau terus ngurusin kerjaan kamu disana" -mama-
" jangan terlalu maksain diri" -bapak-

apa benar seperti itu??
ah.. aku tidak mau mencari kambing hitam.

yang salah hanya aku.
kalaupun sekarang aku berada di posisi dimana aku tak tahu harus merapikan dari mana semua kekacauan ini, yang salah cuma aku.
yang bertanggung jawab adalah aku.

bahkan sekarang pun sebenarnya aku dikejar tugas yang sudah 2 minggu telat aku kumpulkan.
belum juga aku kerjakan.
kenapa??
lelah??
lelah untuk apa??

aku hanya ingin teriak saat ini.
aku penat.
aku lelah di tuntut ini dan itu.






 

Sudahlah




Malam ini. Selasa, 23:06 WIB
sedikit berbeda dengan 2 hari lalu
hari dimana seolah aku mahluk paling menyedihkan di dunia
bermain dengan cappucino ku.

Kali ini aku dikamar, ditemani tumpukan buku dan berkas-berkas berstabilo deadline!!
segelas susu hangat dan mi goreng di meja belajar ku.
aku seperti tersadar dari koma kembali.
dari mana datangnya semua tugas menumpuk ini, pikirku.
OMG!! Sudah berapa abad aku menjadi orang menyedihkan, teriak ku pada diri sendiri.
Laporan keuangan menumpuk, pembukuan natal sudah seminggu belum aku rekap, tugas kuliah yang entah mau mulai dari mana mengerjakannya.

Separah ini kah patah hati!!!

aku hampir sulit membedakan kamar ku dengan kandang.

sementara handphone ku yang dari tadi berdering SMS masuk.
"dek.. ini uang sama kk sekian dari si ini"
"kak.. uang kontribusi si ini sama ku"
bla bla bla

Ya aku dikejar deadline.
H-3 natal PERMATA ( sebutan pemuda gereja batak karo).

mungkin saat ini yang bisa aku lakukan adalah membereskan hal kecil ini, pikirku.
mulai aku balas pesan mereka satu persatu. mengirim bukti pembayaran mereka yang mengirimkan dana dari luar kota.





Ah... bukankah hidup ini menyenangkan biy, kataku tersenyum.
Malam ini tak seperti kemarin aku harus mendatangi rumah demi rumah untuk meminta bantuan dana.
bisa disebut hari melelahkan hari ini.
Tapi, keadaan malah berpihak padaku.
walaupun dirumah, dana tetap berjalan. Bahkan lebih dari yang biasa aku dapatkan bila keluar.
Aku tersenyum kecil.
Berapa berkat yang aku abaikan hanya untuk masalah hati kecil ini.

aku patah hati. tapi sudah selesai.
aku ingin berlari. setidaknya mengejar deadline yang ada di meja ini sekarang.

Tak akan lari gunung di kejar tapi tak akan datang gunung dinanti kan. hahahaha


sudahlah hati..
bagaimana kalau kita belajar..
belajar melupakan..
ya aku tau kita telah berkali-kali mencobanya..
tapi bagaimana kalau kali ini kita lakukan lebih sungguh-sungguh..
aku yakin kau akan dimiliki oleh hati yang lebih baik..

sudahlah hati..
ayo kita menari..
siapa tau akan datang pangeran mengajak kita berdansa..
 
sudahlah hati...





-biy-



Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates