Selamat pagi sang rindu yang tak juga berbalas
cinta yang tak juga terjemah
Selamat pagi hai para Tugas-tugas biadab.
yang berhasil membuat aku bangun sepagi ini dan baru tidur jam 2 pagi tadi.
Selamat pagi setiap mata yang membaca tulisan ini.
terimakasih, telah mendengar tanpa aku minta.
terimakasih telah memeluk tanpa aku rasa.
Selamat pagi hai para deadline yang tak bisa di ajak kompromi.
yang membuat rasanya aku ingin mebelah diri ku menjadi 10 pagi ini.
Selamat pogi orang-orang yang aku lihat dari spion sedang asik menusuki ku dari belakang.
marah??
hahaha
tidak.
percayalah.. aku akan pura-pura tak tahu..
aku tak ingin kamu malu.
biarlah waktu menjawab siapa aku dan siapa kamu.
aku tak perlu sibuk menjelaskan siapa aku.
sibuk berusaha mendengar apa yang kamu katakan pada dia tentang aku.
tak perlu..
sama sekali tak perlu.
kau tak percaya???
kau anggap aku lemah atau bodoh??
tidak.
aku hanya mempunyai sesuatu yang lebih besar dari mulut mu.
Allah ku.
Terkadang aku heran, kenapa terlalu banyak orang yang menusuki ku.
orang-orang yang bersikap manis di depan ku.
apa yang kalian dapatkan??
darahku??
ah.. jangan bergurau.
aku percaya kalian bukan vampire.
lalu apa??
aku tak cukup mengerti tentang cara pandang kalian menjalani hidup.
aku telah melewati fase ini jauh sebelum kau melakukannya.
marah?? iya aku pernah marah. kemudian aku menyesal.
berusaha menjelaskan kepada orang lain siapa aku akan mempercantik cerita rekayasa mu tentang ku bukan??
atau malah menguras tenaga dan fikiran ku?? yang aku rasa lebih baik aku gunakan untuk menulis.
jadi, apakah kau masih yakin aku akan marah???
Hahahaha... aku tersenyum geli.
aku terlalu sibuk dengan orang-orang yang mencintai aku ; sahabatku, keluargaku, dunia ku, puisiku.
aku tak punya cukup waktu untuk menoleh dan mencampuri pisaumu.
Tusuklah sebanyak yang kau mau.
Aku tetap mengasihi mu.
Aku tetap mendoakan mu.
Ya.. aku selalu begitu.
munafik??
ah.. aku cuma bisa tertawa kecil.
aku terlalu banyak belajar tentang "pembalasan".
tapi hanya mendapati 1 note kecil dari semua pelajaran itu.
pembalasan terbaik adalah mendoakan.
bahagialah kamu yang berada dibelakangku.
yang sedang asik menancapkan pisaumu. lalu datang ke arahku membawa madu.
terimakasih.
kau mengingatkan ku pada pelajaran yang aku hampir lupa.
"rambut sama hitam, hati siapa tau"
hahahaha
ya... aku hampir lupa tentang ini.
sampai aku pernah mempercayakan semua ceritaku.
menyesal? mungkin.
tapi bukankah yang terkejam di dunia ini adalah ucapan.
tak perduli siapa kita.
kita tak dapat memungut yang telah kita lemparkan.
rahasiamu?? pribadimu?? ceritamu??
hahahaha kali ini aku tertawa lepas.
tenanglah.
Aku berbeda dengan mu.
-biy-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
16/04/15 Malam priaku.. Ini kali pertama aku sungkan memanggil “sayang” pada pacarku sendiri. :D Kali pertama juga aku betah me...
-
ini tentang dia... lagi-lagi tentang dia tak punya alasan bosan untuk berhenti, walau menyebut namanya pun aku tak berani. entah aku ini...
-
Apa yang terjadi pada benih yang kita tanam sore tadi pada malam hari..? Saat kita semua terlelap.. Saat kita bangun, dia sudah tumbu...
-
Selamat pagi sahabat baik ku :) Sahabat yang sangat aku rasakan khawatir mu tentang aku... Sahabat yang kau pasti tahu aku sedikit kesal d...
-
" Mungkin kau perlu mulai belajar berteman dengan wanita untuk tahu apa yang harus kau lakukan sekarang. Wanita yang punya cerita ...
-
Laptop ini belum juga lelah menemani pengganti rinduku. Demikian juga aku yang masih belum kunjung bosan membicarakan mu. jam di laptop ku...
-
Terlalu banyak rahasia yang Tuhan simpan untuk ku.. Rahasia yang terkadang tak mampu aku mengerti saat proses nya berjalan.. Aku bahag...
-
Ntah seharusnya hal ini harus ku tulis atau tidak... aku tak terlalu paham... apa kau masih betah mendengarnya senja? tidakkah kau bos...
-
"Dia hanya berada diseberang jalan sana.. Namun karna begitu banyak kendaraan yang lewat, aku susah mengenalinya Kami sedang menant...
Labels
- About Me... (15)
- Move Up (9)
- My First Love (19)
- Poeth (9)
- Sekilas rohani (5)
- Sekilas Tawa (1)
- Tentang Sahabat (6)







0 komentar:
Posting Komentar