Namun karna begitu banyak kendaraan yang lewat, aku susah
mengenalinya
Kami sedang menanti lampu merah di sudut jalan ini
Dengan begitu kami dapat lewat, bertemu dan bergandeng
tangan ke ujung jalan sana..
Ntah jalan apa itu..
Kami hanya menamainya masa depan
Sebuah jalan yang benar-benar panjang
Sebuah jalan yang mungkin akan sangan melelahkan
Perjalanan yang akan mengubah helai demi helai rambut
kami menjadi putih
Kulit kami mulai berkeriput,..
Dijalan itu akan kami mendapati beberapa orang
Hingga kami akan berjalan tidak lagi berdua, tapi
berempat...
Hujan kami jadikan irama bagi nyanyian kami
Kami tak takut pada apa pun juga
Guntur?
Itu hanya gertakan!
Tapi.. aku masih berhayal tentang dia yang disebrang
sana..
Siapa dia..
Siapa namanya..
Lama sekali lampu hijau ini mengenipkan matanya
Aku mulai lelah menunggu disebrang jalan ini..
Kadang berpikir untuk pergi dari sini sendiri.
Hari demi hari aku masih sibuk dengan penantianku dan
rasa penasaranku tanpa berbuat apa pun
Malam berjumpa pagi dan pagi menyapa petang
Aku lihat malam mulai datang
Kegelapan semakin menutupi siapa dia
Namun aku lihat telunjuknya menunjuk bintang yang sama
denganku.
Aku tersenyum kecil
Pagi menyapa kembali datang dan aku tau apa yang harus
aku lakukan.
Aku harus mempersiapkan diri sebagai sosok yang pantas
baginya.”







0 komentar:
Posting Komentar