RSS

Kenapa Harus Tunggu Punya Pacar untuk Bahagia…?!


Seorang teman jauh, tak pernah bertemu.. suaranya saja pun tak pernah ku dengar.
Anam..
Begitu ku panggil dia
Ntahlah itu nama asli atau nama palsu, aku sama sekali tak perduli
Ntahlah bagaimana sosoknya, aku masa bodoh akan hal itu
Tapi dia membuat satu perubahan besar di sel sel otak ku yang tlah tertanam bertahun-tahun.
Di usia 22 tahun, usia yang banyak gadis mulai mengkhawatirkan pasangan hidup, termasuk aku “sebelumnya.”
5 bulan lalu aku memutuskan untuk mengahiri hubungan dengan seseorang yang pernah jadi salah satu teman terbaik ku.
Sedih…? Hancur…?
PASTI!!
Bahkan dua mantan terahirku pun tak ku tangisi saat putus walau sudah bertahun-tahun bersama.
Tapi yang ini aku sangat menangis, aku sangat terpukul.
Bahkan saat menulis artikel ini pun aku mencoba bersikap keras pada mata ku yang mulai ingin mengeluarkan air mata.
5 bulan aku memilih sendiri, menutup hati, trauma besar.
Banyak hati yang mencoba mendekat, tapi aku tutup rapat-rapat hati ku.
Ada ketakutan besar di hatiku, takut gagal.

“ Usia ku 22 tahun ini, usia 25 tahun aku harus menikah.. tapi dengan siapa?”

Pertanyaan yang sepanjang hari menghantui pikiran ku.
Semakin berat waktu aku harus menerima satu demi satu undangan pernikahan teman-teman ku dan harus datangi sendiri.

Aku hanya belum menemukan orang yang tepat, just it!
Tapi kenapa harus seribet ini…

Bahkan alasan utama ku malas ke mall adalah jelous liat mereka yang jalan berdua dengan pacar.
Setiap melewati taman dekat kampus ku, pilu rasanya teringat dulu aku sering disana bersamanya.
Melewati jalan-jalan yang dulu kami sering bercanda.
Kenyataan terpahit harus bertemu dia dalam kuantitas yang lumayan sering, karna satu organisasi dan kami sama-sama pengurus organisasi itu.

Aku tau saat ini dia telah menemukan orang lain untuk gantikan aku, Bahagia? Pasti. Aku bahagia lihat dia bahagia, bagaimana pun dia itu tetap jadi teman terbaik yang pernah aku miliki, teman berbagi cerita terbaik.
Kalau sedih..? Ntahlah. Sulit menjelaskan rasanya.

“Tuhan, kirimkan aku seorang teman yang mampu membuat aku melupakan semuanya ini, yang mampu kembalikan ceria ku lagi
Yang mampu jadi teman baik ku lagi..
Teman tempat aku bercerita lagi..
Aku kesepian Tuhan..”

Begitu isi doa ku saat malam mulai menyisa ku dengan sepinya.
Mungkin Dia mulai iba padaku, dia mengirimkan seorang teman.
Sedah lumayan lama ku kenal, tapi kami jarang komunikasi dulunya.
Seorang teman jauh, teman yang aku kenal lewat sebuah game online.
Lucu rasanya, hahahaha
Percaya gak percaya aku adalah gadis maniak game, dulunya.
Bahkan saat jam menunjukkan pukul 4 pagi, hanya akulah gadis yang berstatus online di akun yang aku punya.

Namanya anam, tinggal di salah satu kota di pulau jawa sana katanya.
Orang yang secara tidak sadar merubah pola pikirku, satu sms nya yang masih aku ingat sampai sekarang, dimalam minggu.
“ Andai kita satu kota, pasti udah aku ajak jalan kau”
“Ngapain” Tanya ku.
“ Jalan-jalan aja, seru-seruan”
“Hitung-hitung menghibur 2 orang jomblo”

Entah kenapa 1 kalimat itu seakan memutar arah pola piker ku 180 derajat. Membawa aku kedalam alam sadar, membangunkan aku dari semua kesedihan bodoh yang aku ratapi selama ini.

“kenapa aku harus sedih”
“Sebaik apa dia dibanding dengan seseorang yang telah di sediakan Tuhan di ujung sana untuk ku”
“Kenapa aku terlalu egois pada diriku selama ini”

Dia bilang, aku termasuk gadis yang cantik. Ntahlah itu benar atau hanya hobi kaum adam yang sekedar merayu. Hehehe
Dia seolah punya ilmu sugesti, semua yang dikatakannya seolah aku anggap benar.
Kenapa? Ntahlah..

Dia bilang tulisan ku bagus, yang aku anggap selama ini berantakan. Dan aku percaya.

Dia bilang aku punya bakat, dan harus terus menulis.
Memperlakukan aku seperti penulis-penulis hebat diluar sana.
Hei…! Aku gak sedang nulis, aku hanya sedang bercerita kehidupan sehari-hari.
Ntah mata dia yang buta, atau benar seperti itu, kembali aku jawab ntahlah..

Mulai membuka diri, walau hati masih sulit dibuka.
Mulai berbagi cerita, walau masih punya aturan-aturan batasan yang aku kurangi porsinya.
Mulai ke Mall dengan nyantai
Aku single dan Aku bahagia…!!
Seseorang itu akan datang, pasti.
Cuma waktu yang belum tepat untuk saat ini.
Dan aku percaya, Tuhan udah nyiapin waktu, tempat dan cara yang indah untuk kami dipertemukan.
Pasti.
So.. buat kamu yang masih punya pola piker seperti aku sebelumnya, ayo bangkit.
Aku menjadi Anam-anam berikutnya untuk kalian semua.
Mengajak kalian untuk bahagia di masa single ini.
Banyak hal yang bisa kita lakuin, girls.
Yuk lari bareng aku!!!

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates