RSS

Membangunkan Minggu bersama Ayah


Laptop ini belum juga lelah menemani pengganti rinduku.
Demikian juga aku yang masih belum kunjung bosan membicarakan mu.
jam di laptop ku menunjukan pukul 02.10 minggu pagi.
artinya aku hanya tinggal punya beberapa jam lagi untuk memulai hari yang sibuk. Minggu
Tak ada satu teman pun menemaniku..
hanya suara nafas ibuku yang lelap tertidur. mungkin dia sangat lelah hari ini.

dua jam lalu, aku menghabiskan banyak cerita dengan ayahku.
tentang dunia, tentang aku, tentang mimpi, tentang hidup, tentang nasehat, tentang kamu-mungkin.


tempat ternyaman bercerita memang, ayahku.

dia bebas menjadi dirinya padaku.
dia tak marah saat aku nyeletuk tak sepaham dengannya.
kami suka mendebatkan banyak hal. yang kami fikir itu memperbaiki pola fikir antar kami yang salah.


sampai satu kalimat membuat aku yang sedang kurang baik terdiam.
"kalau bisa, kam nanti sama orang GBKP aja ya...."
aku diam sejenak.. mataku berlari..
aku takut dia tahu aku sedang sedih.



pikiran ku kembali pada pria itu.
pasti ayahku akan menyukainya. kataku dalam hati.
tapi aku bisa apa? saat ini aku pun hanya di temani rindu.

Aku bisa bebas cerita apa saja pada ayah. Kami sering menghabiskan malam dengan cerita kami. keculi tentang hatiku.

Masih jelas diingatan ku, aku pernah melukai hatinya demi hatiku. Waktu SMA.
aku buat dia malu. aku pacaran dengan teman sekelasku. ayahku guru disekolahku.
egois aku saat itu. aku tahu hati ayah terluka. tapi aku mengedepankan hati ku yang masih belum jelas itu, rabun oleh masa puberitas.
aku menyesal.
sampai saat ini aku belum bisa memaafkan diriku.
aku penjahat hati ayahku.
sekitar setahun aku putus-nyambung dengan cowok itu. Ya, ahirnya kami putus karena dia selingkuh dengan sahabat dekat ku.
seharusnya aku mendengarkan ayah di awal.

ahir tahun pertama cowok itu pindah sekolah entah karena apa.
ku dengar sahabatku menghianatinya, dan hubungan mereka hanya berlangsung 2 minggu.


(selanjutnya baca : SMA ku)

 Aku berniat untuk mengambil kost semester depan karena berencana untuk les.
"pak.. aku semester depan jadikan lesnya" tanya ku sambil menggerak-gerakkan jari ku memilih lagu di laptop ku.
"jadi" katanya.
"aku kost aja ya pak.. banyak kali nanti uang habis.. jauh juga aku pulang balik. Nanti setiap hari jumd aku pulang, uang kost nya 250rb sebulannya" lanjutku mencoba meyakinkan.
ayahku terdiam sejenak.
Aku telah membicarakan hal ini sebelumnya pada ibuku. dan ibuku setuju.
aku masih menunggu jawaban dari ayahku. penuh harap dia mengiyakan. karena sebelumnya pun aku pernah iseng bertanya hal ini, dan ayah mengiyakan.

"aku belum siap kehilangan teman cerita" jawab ayahku singkat.
Aku hanya diam. sedikit kecewa.
aku hanya type yang tak terlalu biasa dengan meminta. sekalipun pada orang tua ku sendiri.
Mereka melarang ku bekerja sambil kuliah.
Ya.. dulu aku pernah bekerja sambil kuliah, melelahkan memang. tapi setidaknya aku terbebas dari kata meminta.
 aku fikir, kalau aku kost aku dapat diam2 bekerja. Ya, bekerja apa saja yang penting halal.
aku memang bukan type wanita ribet, menurut teman2 ku.
Bahkan aku terlalu simple. tidak soal hati.

Bukankah suatu saat nanti, suka tak suka aku akan meninggalkan ayah?? Ya, namun dengan cara yang berbeda - pernikahan. bisikku dalam hati.

ya.. mungkin seharusnya aku menemani setiap malam ayah.. setiap cerita ayah
sebelum seorang pria akan memberi batasan untuk kita. ayah.

topik itu menutup pembicaraan kami pagi itu.










0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Copyright 2009 Coretan Wanita Senja. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates