16/04/15
Malam
priaku..
Ini kali
pertama aku sungkan memanggil “sayang” pada pacarku sendiri. :D
Kali pertama
juga aku betah menulis surat untuk orang yang sama.
Gimana hari
mu belakangan ini?
Capek ya…
Ya.. aku
cukup paham tentang pekerjaan mu yang membuat aku sedikit kesal belakangan ini.
Pekerjaan
yang harus aku akui kadang membuat aku egois.
Aku akan galau semalaman entah karena pesan
singkat ku sekedar di baca atau hanya kau balas sebatas syarat.
Entah sejak kapan aku semanja ini
Percayalah,
aku sering menggerutu sendiri saat “merasa” di acuhkan.
Saat kau
lebih memilih game2 itu di banding aku.
Aku sering
kecewa saat aku sakit, dan kau lebih memilih kumpul dengan teman mu dibanding
sekedar menelfon menanyakan “udah minum obat belum?” padaku.
Ini konyol,
aku sering menangis hanya karena sangat merindukan mu.
Dan hal
paling menyakitkan saat aku merusaha memejamkan mata ku berusaha untuk tidur lebih
awal berusaha menahan rinduku tapi dibalik nya aku mengatur volume keras di handphone ku berharap kau akan menelfon,
jam berapa pun itu dapat aku dengar dan pasti aku angkat sekedar mendengar
suara mu yang sudah sebulan ini menghilang.
Aku bukan
gadis semanja ini sebelumnya.
Aku
menjalani hariku dengan santai sendirian.
Pergi kemana
aku suka tanpa berharap ada yang bilang “hati2 ya sayang”
Itu bukan
aku.
Atau bukan gadis
yang berharap, “have nice dream dear” sebelum aku tidur. Tidak itu bukan aku.
Malam ini,
keadaan terwaras ku sejak kau berlalu
dari halaman ku dini hari itu.
Pertanyaan
yang sudah hampir 2 bulan ingin aku tanyakan ku rasa belum juga mendapat momen
yang pas.
Hanya
pertanyaan simple kok..
“Apakah kau
menyangiku?”
Kau sedang
sangat sibuk sepertinya,
Aku takut
merusak mood mu dengan pertanyaan konyol ku.
Sama seperti
malam ini, aku bertahan tak mengirimi mu pesan karena lagi lagi aku paham kau
sedang ingin sendirian tanpa aku.
Ini tak
seburuk di awal. Saat aku gelisah memikirkan ini dan itu.
Aku mulai
terbiasa dengan rutinitasmu.
Aku mulai
paham tentang keras rasa jenuh yang kau hadapi untuk rutinitas mu belakangan
ini.
pria ku..
Terimakasih
mengembalikan aku menjadi gadis mandiri lagi.
Terimakasih
melatihku menjadi lebih dewasa, pengertian, sabar dan menghargai dunia mu yang
telah ada sebelum aku.
Tak perlu
heran kalau belakangan aku lebih longgar terhadap
dunia mu.
Saat aku
bilang “gimana kerjaan nya hari ini? Capek? mau main game? Yaudah, tapi jangan
lama pulang. Hati2 di jalan”.
Aku sama
sekali tak menggerutu lagi. Tidak sama sekali.
Aku lebih
memilih mengisi rindu dengan belajar bagaimana cara efektif menyetrika tumpukan
kain, belajar memanagemen keuangan, belajar resep baru, browsing tentang apa
yang kaum mu harapkan dari kaum ku.
Aku lebih
memilih memantaskan diri dengan mimpi yang sedang kau kejar sekarang.
Tak jarang
aku sedikit khawatir dengan kesehatan mu, tak apa sekedar kau balas dengan
“iya”,
Aku senang.
Aku tau
sesekali pasti aku menjadi sosok menyebalkan bersama khawatir berlebihan ku.
Aku
mencintaimu. Cuma itu pembelaan yang aku punya.
Jumat,
sabtu, minggu, senin hari2 terberat saat aku tak melewati hari di kampus ku.
Kampus yang mampu menarik alih sebagian manja
ku terhadap mu.
Tak perduli
seberapa aku berusaha menyibukan diri dengan pekerjaan rumah ku atau berusaha
tidur seharian.
Ya.. aneh,
tapi aku rindu setiap hari.
Kalau ketemu memangnya mau ngapain?
Pertanyaan simple yang
sering membuat aku tersenyum kecil.
Memangnya aku berani
memelukmu seperti emotion yang sering aku kirimkan? Hahaha
Aku ragu.
Mungkin aku perempuan
teraneh di dunia ini, yang gerogi ke pacarnya sendiri.
Jujur, aku sering menarik
nafas panjang sebelum mengangkat telfon mu.
Jantungku tak teratur saat
aku ingin mengetik “syg” untuk mu.
Tak perlu aku jelaskan
kenapa seperti itu, kau telah melihat sendiri gugup ku yang lebih memalukan. :D
Sejak mengenalmu aku berubah
menjadi pribadi yang membingungkan.
Entah aku ini kenapa.
Kenapa aku harus terlalu
banyak menuntut?
Bukannya menjalin hubungan
seperti sekarang aku sebut bonus? :D
Priaku.. terkadang aku merasa terlalu berlebihan membagi sepenuhnya
apa yang aku rasakan padamu.
Mulai dari menceritakan aku
mimpi kita bertemu sampai rasa rindu ku yang mulai ganas.
Aku sedikit takut dengan
yang mereka bilang “pria akan bosan saat tau wanita nya sangat mencintainya”.
Lalu aku harus apa? Pura2
cuek?
Aku tak lihai sandiwara.
Belakangan aku juga mengatur
padat jadwal main ku dengan teman2 ku.
Aku sebut saja itu sekedar
membalancekan rinduku.
Walau saat bersama mereka
pun aku berkali2 mengecek HP ku, barang kali kau menghubungi J
Aku mulai teringat saat kau
disini.. aku mulai tersenyum kecil, aku ingat secara detail semuanya.
Apa aku berlebihan?
Mungkin…
Pernahkan kau merindukan aku
walau Cuma sebentar?
Entah hanya sekedar rindu ocehan2
bawel ku??
Hahaha
Selamat malam pria ku,
selamat beristirahat
Seperti biasa, aku akan
kembali mendiskusikan mu kepada Tuhan…
Memohon sehat mu, memohon
bahagia mu
Turut mengamini setiap doa
mu dari sini
Semoga harimu lebih baik
besok
Night dear..
I love you more and more
everyday






