Dalam 1 bulan ini sudah 3 undangan nikah yang aku terima.
Bulan lalu abang angkatku pun sudah naik pelaminan
Semua tersa biasa saja, kecuali waktu tiba di acara pernikahan aku dibuat gerah dengan pertanyaan
"Kapan nikah?"
"pacarnya kok ga ikut?"
"pacar kamu orang mana?"
tuh.. dia pacarannya dari SMA loh"
hellow...... aku masih 21 tahun kali, ya walaupun bukan usia muda lagi untuk tidak punya pasangan.
belum lagi anak magang di rumahku yang 24jam asik dengan handphone nya..
"sayang lagi dimana.."
"uda makan belom"
"kamu sayang gak sama aku"
Satu jam kemudian...
"kamu egois bgt sih..!"
"kamu kenapa sih ga bisa ngertiin aku"
"jangan hubungin aku lagi"
"kita putus"
besoknya..
"hallo sayang.."
"udah bangun belom"
"jangan lupa mkn ya"
"loh... udah baikan kak?" tanya ku heran
"maksudnya?"
"semalam bukannya kk putus sama pacar kk?"
"oh iya.. ini bukan yg semalam, ini pacar aku yg satu nya lagi"
"oh iya.. ini bukan yg semalam, ini pacar aku yg satu nya lagi"
OMG, itu mau pacaran apa mau koleksi sih.... herannya lagi ada pegawai mama ku yang pacaran 3tahun, kemudian putus. Trus dia punya pacar baru beberapa bulan.. terus sebulan kemudian denger kabar dia nikah dengan orang yang berbeda.
"kok bisa?" itu pertanyaan besar dalam hatiku.
Ntahlah, apakah aku yang naif ataukah aku terlalu kuper untuk berniat punya hubungan yang serius saat punya ikatan khusus.
Itu belum apa-apa dibanding pertanyaan yang sama dari mama ku setiap undangan-undangan pernikahan itu satu persatu berdatangan ke meja tamu.
"beruntung ya dia dapat suami dokter"
"kapan bawa pacar kerumah?"
"Li.. mama tadi beliin baju tuh.. biar cepet dapat pacar"
Argggh..!! berasa ga laku banget yah!
tapi bukan itu pertimbangan besar ku hingga aku betah menutup hati sampai saat ini.
Aku belum temuakan dia, ya dia yang bisa buat aku greget
banyak hati yang lalu lalang mendekat
tapi semua terasa biasa saja
Ga jarang dia hadir dalam doa ku
"ya Tuhan, siapa pun dia, dimanapun dia saat ini, berkatilah dia
jauhkan dia dari hal-hal buruk, dari dosa
persiapkanlah dia jadi sosok terbaik untukku"
dan semuanya ku ahiri dengan Amin, karna aku yakin Tuhan telah mempersiapkan seseorang untukku.
Ntah kenapa aku gak sepihak dengan anggapan orang koleksi, seleksi, resepsi
memangnya itu mainan pakek dikoleksi? -_-
itu hati..!
ya boleh saja memfilter satu persatu terlebih dulu
tapi, memfilternya bukan dengan cara pacaran juga dong.
Filternya bisa dilakukan waktu kita berteman atau PDKT
Ntah kenapa aku sedikit sensitif dengan ikatan "pacaran"
kalau PDKT sih sah2 saja dengan siapa saja dan dengan banyak objek
yang namanya juga kita mencoba mengenali dan mencocokan, ya kan.
proses PDKT itu lah yang aku sebut dengan koleksi dan seleksi.
Selanjutnya, pastinya setelah mendapat satu diantara banyak akan aku bawa ke jalur serius, RESEPSI.
Tapi semuanya berpulang pada-Nya, seperti sebelumnya aku bilang "kita hanyalah perencana"
jodoh, usia dan rejeki tetap ditangan-Nya. :)
kita hanyalah bisa berusaha memilah yang menurut kita baik.
Dan beberapa waktu ini pertanyaan-pertanyaan menyebalkan itu mulai aku respon senyuman sambil menjawab
"Masih lama nikahnya, dua atau tiga tahun lagi. Kalau pacar sih... belum ketemu yang buat hati ini gelik"
tawa mereka seakan mencairkan kembali suasana.








0 komentar:
Posting Komentar